Jusuf Kalla
Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Inisiatifnews – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menilai bahwa revolusi entrepreneurship menjadi tantangan masyarakat saat ini. Maka dari itu ia menilai bahwa dunia pendidikan harus sudah siap untuk mengikuti perkembangan tantangan itu.

“Bila kita bicara masa yang akan datang, kita berbicara tentang pendidikan, kita berbicara tentang teknologi dan kita berbicara tentang apa yang kita ingin capai. Jadi Universitas selalu berbicara ke depan, berbeda dengan museum berbicara ke belakang. Jadi universitas yang tidak berbicara masa depan berarti dia mendekati museum, hanya membanggakan masa lalu,” kata JK dalam Musyawarah Besar (Mubes) V Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (Ika Unsyiah) di gedung KemenPAN RB, Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JK mengatakan, Ika Unsyiah harus memahami tantangan di bidang ekonomi bukan hanya revolusi industri, tetapi revolusi kewirausahaan. Tantangan ini harus dijawab dengan pola pikir kreatif.

“Saya yakin Unsyiah berbicara masa depan, berbicara bagaimana kita menghadapi perubahan-perubahan seperti revolusi industri ke-4, atau pun sebenarnya bukan hanya revolusi industri tapi revolusi entrepreneurship,” ujar JK.

Ilmu dan keberanian sambungnya, juga dibutuhkan untuk menghadapi perubahan.

“Siapa yang mempunyai kesempatan? Siapa yang mempunyai ilmu dan mempunyai keberanian dalam menjalankan entrepreneur walaupun dalam skala kecil dapat menjadi skala internasional,” tutur dia.

JK mencontohkan orang-orang sukses yang menapaki karier kewirausahaan sejak duduk di bangku universitas. Dia menyebut nama Bill Gates dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg.

“Hampir semua penemuan-penemuan itu justru dilakukan oleh mahasiswa. Seperti Bill Gates, dia DO, bekerja di garasi kemudian maju. penemu Facebook, hanya bekerja di kamarnya. di asrama mahasiswa,” sambungnya.

space iklan