Dokumen resmi setkab.go.id

JAKARTA – Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait dengan kabar jika pemerintah memberikan kebebasan kepada terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir.

Di hadapan wartawan, Presiden menyampaikan alasan mengapa pemerintah memberikan kebebasan kepada pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid tersebut adalah faktor kemanusiaan, termasuk lantaran usia Baasyir sudah sangat lanjut.

“Ya artinya beliau kan sudah sepuh, sudah, apa, pertimbangannya kemanusiaan dan sudah sepuh, termasuk kondisi kesehatan,” kata Presiden Jokowi di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Ngamplangsari, Kec. Cilawu, Kabupaten Garut, Jumat (18/1/2019).

Perlu diketahui bahwa penasehat hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa Presiden memang sudah memberikan ijin agar Abu Bakar Baasyir bebas. Bahkan ia menyebutkan pembebasan itu juga tanpa syarat apapun.

“Pak Jokowi sudah tegaskan, kali ini pembebasan harus berhasil dan tanpa syarat, pertimbangannya hanya kemanusiaan,” kata Yusril.

Baca juga : Kuasa Hukum Abu Bakar Baasyir Ucapkan Terima Kasih Kepada Jokowi

Memang jika melihat dari masa tahanan yang harus dijalani Baasyir, ia baru bisa bebas murni terhitung vonis dibacakan majelis hakim adalah tahun 2024. Namun, bila dihitung bebas bersyarat berdasarkan remisi yang diterima, maka Baasyir bebas bersyarat Maret 2022.

Hanya saja dari penjelasan Yusril, faktor usia dan kondisi kesehatan juga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah. Yakni mengingat usianya yang sudah menginjak 81 tahun, kondisi kesehatan Baasyit yang terus menurun serta ia telah menjalani 2/3 dari masa tahanannya.

space iklan