net

Inisiatifnews – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyatakan bahwa pihaknya sangat siap menghadapi gugatan yang diajukan oleh advokat yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan Harimau Jokowi, terkait dengan polemik selang cuci darah di RSCM yang dipakai beberapa kali seperti yang diutarakan oleh Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu.

“BPN siap menghadapi. Nanti tim hukum kami, dari Direktorat Hukum, yang akan menangani,” ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Namun Andre juga menanggapi bahwa persoalan selang cuci darah di RSCM tersebut sudah selesai dan seharusnya sudah tidak perlu dipersoalkan lagi.

“Ini kan permasalahan sudah clear. BPN sudah mengklarifikasi bahwa yang dimaksud Pak Prabowo itu tabung dialisis atau ginjal, pengganti bukan selang. Ya maklumlah Pak Prabowo kan bukan dokter, jadi salah sebut,” katanya.

Perlu diketahui bahwa Ormas Harimau Jokowi mengajukan gugatan perdata capres Prabowo Subianto terkait pernyataan selang cuci darah di RSCM bisa dipakai lebih dari satu orang. Gugatan kepada Prabowo itu dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan tersebut didaftarkan dengan nomor 76/Pdt.G/2019/Pn.JktSel.

Adapun pihak yang digugat Harimau Jokowi adalah tergugat I Prabowo Subianto, baik selaku pribadi maupun capres, tergugat II Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, tergugat III Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan turut tergugat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Hari ini Pimpinan Pusat Harimau Jokowi telah melayangkan gugatan perdatanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap kasus pembohongan publik yang dilakukan Prabowo Subianto, baik dalam kapasitasnya sebagai pribadi, Ketum Partai Gerindra, dan kita juga ajukan kepada BPN Prabowo-Sandiaga,” kata Ketua Harimau Jokowi, Saiful Huda, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan hari ini.

Ia mengatakan Prabowo melakukan kebohongan publik mengenai pernyataannya yang menyebut selang cuci darah bisa dipakai lebih dari satu orang di RSCM bagi pelayanan pasien BPJS Kesehatan. Menurut Saiful, perbuatan Prabowo itu menimbulkan kecemasan publik.

“Kebohongan publiknya yang mengatakan RSCM telah melakukan pelayanan publik yang salah yang kebohongan itu terkait satu selang yang mestinya digunakan satu orang tapi digunakan 40 orang, (selang) alat cuci darah itu. Padahal menurut RSCM, itu salah besar, kami tidak melakukan itu, kata pihak RSCM ya satu selang ya untuk satu orang,” terangnya. []

space iklan