Masduki Baidlowi
Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi MUI KH Masduki Baidlowi. [net]

Inisiatifnews – Direktorat Relawan Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya mempersoalkan cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin yang shalat dalam posisi duduk.

Momen Kiai Ma’ruf shalat dalam posisi duduk terjadi sebelum debat perdana Pilpres 2019, Kamis (17/01/19). Pada saat itu, Kiai Ma’ruf shalat berjamaah di Masjid Istana bersama Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla. Mustofa bahkan membandingkan foto Kiai Ma’ruf sholat sambil duduk dan Kiai Ma’ruf berdiri saat debat.

“Urusan dunia, kuat berdiri. #2019PrabowoPresidenRI,” cuit akun Twitter @akunTofa.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Zainut Tauhid menilai, pihak yang mempersoalkan sholatnya Kiai Ma’ruf berlebihan. Dikatakannya, Islam sangat memudahkan beribadah bagi pemeluknya.

“Jadi Islam sangat memudahkan umatnya untuk menunaikan ibadah sesuai dengan kemampuannya. Saya kira terlalu berlebihan jika mempersoalkan sesuatu yang dalam agama hal tersebut tidak ada larangan. Apalagi kalau masalah ibadah ditarik untuk urusan politik,” kata Zainut Tauhid dalam keterangannya.

Zainut mengingatkan, politisasi agama sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi. “Janganlah para timses paslon capres mengeksploitasi agama untuk kepentingan politik praktis. Di samping tidak elok, juga dapat berpotensi menimbulkan konflik,” tambah Zainut.

Senada, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi MUI KH Masduki Baidlowi juga heran dengan pihak yang mempersoalkan ini. Sebab, secara hukum, tak ada larangannya.

“Sambil duduk atau sambil tidur tak masalah. Asal darurat. Jadi orang yang mempersoalkan hal tersebut mengada-ada,” tandas Cak Duki, sapaan akrab Masduki Baidlowi.

Serupa, Ketua Dewan Dakwah MUI Muhammad Cholil Nafis juga menuturkan, sholat sambil duduk bagi yang tidak mampu berdiri diperbolehkan.

Malahan, tambah Cholil, fenomena shalat duduk juga banyak dijumpai di Mekkah, Arab Saudi. “Ya ada dalilnya. Bahkan saat perang pun kita harus shalat, ada namanya shalat khouf, shalat perang. Bagi orang yang tidak mampu berdiri ya duduk, nggak bisa duduk berbaring. Nggak bisa berbaring ya terlentang,” tandas Cholil.

(FAQ)

space iklan