Adi Prayitno
Dari kiri : Ismail Yusanto, Eggi Sudjana, Adi Prayitno, Novriantoni Kahar. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai bahwa gerakan populisme yang mengangkat politik identitas berbasis agama tidak akan berpengaruh efektif bagi kontestasi Pilpres 2019.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa temuan survei yang menyatakan elektabilitas Jokowi maupun Prabowo sama-sama tidak terpengaruh dengan adanya narasi politik identitas tersebut.

“Kalau gerakan populisme kuat maka Jokowi juga enggak aman. Tapi faktanya elektabilitas Prabowo dan Jokowi cenderung tidak naik dan tidak turun. Sentimen politik dan identitas ini kalau kuat harusnya Jokowi gak 50% harusnya anjlok,” kata Adi dalam diskusi bertemakan “Membaca Arah Populisme Islam di Pilpred 2019” di bilangan Cikini, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2019).

Baca juga :  PAN Minta Pendukung Prabowo-Sandi Move On

“Dan kalau kuat juga yang untung adalah Prabowo elektabitas naik bukan stuck. Apalagi Sandi yg bluskan ke pesantren2 harus naik,” imbuhnya.

Baca juga :  LIPI: Siapapun Yang Sanggup Hapus Air Mata Emak-emak, Dapat Tiket 2024

Dari faktor itu saja, Adi memandang narasi semacam itu untuk dimasukkan dalam arena pertarungan politik elektoral saat ini tidak berarti apa-apa, dan hanya berisik di ruang kosong.

“Artinya tuah politik identitas hanya akan kunyah ruang kosong dan isi ruang perdebatan yang tidak tahu kapan selesainya,” ujarnya. [ibn]