fadli zon
Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Fadli Zon. [foto : istimewa]

Inisiatifnews – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon menilai bahwa ditahannya musisi kondang Ahmad Dhani Prasetyo karena divonis melakukan ujaran kebencian melalui akun Twitter, adalah notifikasi matinya demokrasi di Indonesia.

“Vonis n ditahannya Ahmad Dhani adalah lonceng kematian demokrasi di Indonesia,” tulis Fadli Zon di akun twitternya, @fadlizon, Senin (28/1/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bahkan Wakil Ketua DPR RI tersebut menuding jika pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sangat otoriter.

Dan ia juga berpendapat bahwa vonis tersebut adalah wujud dari penindasan hak asasi manusia yakni kebebasan berpendapat.

“Bukti nyata rezim ini semakin otoriter n menindas hak berpendapat baik lisan maupun tulisan yg dijamin konstitusi. #SaveAhmadDhani,” sambungnya.

Perlu diketahui bahwa Ahmad Dhani Prasetyo telah divonis 1,6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Vonis tersebut disampaikan dalam sidang mendengarkan putusan terhadap kasus Ahmad Dhani yang dinyatakan bersalah telah melakukan ujaran kebencian melalui sosial media.

Baca juga : Ahmad Dhani Divonis 1,6 Tahun Gara-gara Sembrono di Sosmed

Meskipun sudah mulai mendekam di penjara Lapas Cipinang, Jakarta Timur per hari ini ini, rencananya suami Mulan Jameela tersebut akan melakukan upaya banding karena merasa tidak puas dengan putusan hakim tersebut. []

space iklan