Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, rohaniawan Romo Benny Susetyo, pengurus dan ratusan santri usai diskusi kebangsaan di Ponpes Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Senin (28/1/2019). (Twitter @mohmahfudmd)

Inisiatifnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengingatkan peran penting pondok pesantren dan santri. Santri, khususnya, harus bisa menjadi kader bangsa yang pancasilais.

Hal tersebut diungkapkan Mahfud saat berkunjung ke pondok pesantren (Ponpes) Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (28/1/2019).

Kader bangsa yang pancasilais dari pondok pesantren, kata Mahfud, sudah banyak contohnya. Dari mulai founding fathers hingga tokoh-tokoh yang sekarang ini berkiprah di berbagai level peran kemasyarakatan. Artinya, sudah bukan waktunya lagi mempertentangkan pancasila dengan Islam.

Baca juga :  Eks HTI Nyebarin Khilafah, Wiranto: Kita Hukum!

“Santri itu islamis, jadi pasti pancasilais. Santri jangan nyempal ke gerakan radikal, gerakan kekerasan dan sebagainya,” imbau Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Mahfud juga mengimbau masyarakat di berbagai daerah agar tak gampang tersulut di tengah situasi politik nasional yang kian menghangat.

Baca juga :  Ngeri! 23 Persen Mahasiswa Indonesia “Kerasukan” Radikalisme & Setuju Khilafah

Dalam diskusi tersebut, hadir ratusan santri dan mahasiswa, Dosen IAIDA Blokagung, serta jajaran pengurus pondok pesantren. Saat sesi tanya jawab, para santri nampak antusias bertanya kepada eks Menteri Pertahanan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

“Luar biasa santri di sini paham dan menghayati konsep kebangsaan Indonesia. Mereka bisa hidup mengintegrasikan keislaman dan keindonesiaan,” pungkasnya. (FAQ)