Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Ketum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat salam komando di acara Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di Lapangan Candi Prambanan, Sleman, Sabtu (16/12/2017).

Inisiatifnews – Kasus dana Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia tampaknya masih bergulir di meja penyidik Kepolisian di Polda Metro Jaya. Pasalnya, polisi tengah memeriksa Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) di Boyolali dan Salatiga, Jawa Tengah. Dua pimpinan daerah ini diperiksa atas kasus dugaan korupsi Dana Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia yang diselenggarakan di area Candi Prambanan, Jawa Tengah tahun 2017.

“Kami memeriksa PDPM Boyolali dan Salatiga,” kata Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Bhakti Suhendrawan, Selasa (29/1/2019).

Bhakti tak merinci inti pemeriksaan dua petinggi Pemuda Muhammadiyah di daerah itu. Ia juga enggan menjelaskan sosok yang diperiksa dan detail pemeriksaan.

Ditkrimsus Polda Metro Jaya menyebut kasus dugaan korupsi Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia dilaporkan oleh sejumlah pihak yang mengaku tahu penggunaan anggaran kegiatan. Selama kasus berjalan sudah ada 20 saksi yang diperiksa polisi atas kasus ini.

Para saksi berasal dari Kemenpora hingga pengurus PP Pemuda Muhammadiyah. Polisi juga telah memanggil mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar dan Ketua Panitia Kemah Kebangsaan dari Muhammadiyah Ahmad Fanani sebagai saksi.

Ada dua Ormas yang menerima dana dari Kemenpora dengan total dana Rp5 miliar untuk melaksanakan kegiatan tersebut yakni, Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor.

Berdasarkan penelusuran polisi, laporan pertanggungjawaban GP Ansor tidak ditemukan penyimpangan.

Sementara dalam laporan pertanggungjawaban Pemuda Muhammadiyah diduga terdapat penggunaan dana fiktif sebesar kurang dari setengah anggaran.

space iklan