Istimewa

Inisiatifnews – Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra, Muhammad Syafi’i mengatakan, Ahmad Dhani akan tetap dipertahankan sebagai caleg meskipun ia divonis bersalah atas kasus ujaran kebencian.

Diketahui Dhani merupakan calon anggota legislatif dari Partai Gerinda untuk Daerah Pemilihan Jawa Timur I pada pileg 2019 nanti.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

“Jadi kami tidak melihat apa yang diputuskan pada Ahmad Dhani karena memang Ahmad Dhani melakukan kejahatan sehingga harus di-delete (dihapus) dari pencalegan,” ujar Syafi’i saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

“Kalau di Gerindra tidak akan kami ganti. Kami malah memastikan dia dibela secara hukum,” ujar dia.

Syafi’i mengatakan, pihaknya menilai Ahmad Dhani tidak melakukan kesalahan. Yang disampaikan Ahmad Dhani dalam akun Twitternya merupakan salah satu bentuk kebebasan berpendapat.

Baca juga :  Presiden Minta RKUHP Ditunda, Gerindra Setuju, PKS Tidak

Selain itu, Syafi’i menilai saat ini aparat telah kehilangan kepercayaan masyarakat dalam ranah penegakan hukum. Sebab, aparat penegak hukum telah dijadikan alat untuk kepentingan politik.

“Kami menganggap Ahmad Dhani menjadi korban matinya demokrasi, matinya kebebasan berpendapat yang dijamin oleh UUD. Karena itu malah dia menjadi ikon bagi kami. Kami akan pertahankan dan kami pastikan dia akan mendapat pembelaan hukum dari Partai Gerindra,” kata Syafi’i.

“Kami tidak menganggap dia melakukan kesalahan, yang kami simpulkan yang melakukan kesalahan itu adalah aparat penegak hukum,” lanjut dia.

Baca juga :  Presiden Minta RKUHP Ditunda, Gerindra Setuju, PKS Tidak

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis kepada terdakwa Ahmad Dhani dengan hukuman penjara selama satu tahun enam bulan.

Hakim menilai, Dhani melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Kasus ini bermula saat Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang nadanya dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Atas kicauannya, Dhani dilaporkan oleh Jack Lapian yang merupakan pendiri BTP Networks atas tuduhan ujaran kebencian. [SA]

space iklan