mahfud md
Prof Mahfud MD.

Inisiatifnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menanggapi soal Tabloid Indonesia Barokah. Mahfud meminta, polemik ini harus diselesaikan lewat jalur hukum. Jika memenuhi syarat dan terbukti berisi fitnah, maka harus diproses.

“Polemik ini harus diselesaikan secara hukum. Itu kalau unsur-unsur pers dan unsur fitnah terpenuhi, harus ditindak,” ujar Mahfud usai Pelatihan Pegawai Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta (BBPK) di Hotel Santika, Banyuwangi, Selasa (29/1/2019).

Mahfud mencontohkan kasus penyebaran tabloid sejenis yang terjadi pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pelakunya diungkap dan ditindak secara hukum. Yakni Obor Rakyat yang diluncurkan saat Pilpres 2014 yang isinya juga menyudutkan salah satu calon presiden kala itu.

“Kalau memenuhi unsur-unsur pidananya, harus ditindak secara hukum. Polisi jangan gamang. Kasus yang dulu juga sudah diselesaikan secara hukum,” tandasnya.

Seperti diketahui, belakangan ini, Tabloid Indonesia Barokah yang isinya sebagian beaar memojokkan salah satu pasangan capres-cawapres disebar ke sejumlah daerah lewat kantor Pos.

Baca juga :  PAN Minta Pendukung Prabowo-Sandi Move On

Dewan Pers memastikan Tabloid Indonesia Barokah bukanlah produk jurnalistik. Lembaga ini merekomendasikan tabloid tersebut ditangani kepolisian dan Bawaslu. Ketua Dewan Pers, Yosep “Stanley” Adi Prasetyo menyatakan, tabloid tersebut tak memenuhi sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Diterangkannya, tabloid ini tak bisa disebut produk media massa karena tak memiliki alamat dan perusahaan yang nyata. Selain itu, seluruh data dan isi tabloid tidak memenuhi kaidah jurnalistik yang memuat wawancara, verifikasi dan konfirmasi. “Bukan produk jurnalistik. Kalau produk jurnalistik dan medianya benar ya ditangani Dewan Pers lah. Dewan pers urusannya etika sama standar undang-undang dipenuhi atau tidak. Rekomendasinyaya ditangani Polri dan terkait pemilu ditangani Bawaslu. Polisi tugasnya membuktikan ini kriminal atau bukan,” ungkapnya.

Baca juga :  Naik Kereta Bandung-Jakarta, Mahfud MD: Tak Kalah Dengan Kereta Jepang

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar meminta polisi melakukan investigasi untuk menemukan pihak yang berada di balik tabloid itu. Bawaslu meminta peredaran Tabloid Indonesia Barokah ditahan. “Kami minta kepada polisi untuk melakukan investigasi, kami juga melakukan investigasi dengan kemampuan yang kami miliki untuk mengetahui siapa di balik itu,” kata Fritz kepada wartawan di RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Sedangkan polisi sudah membentuk tim mengkaji tabloid tersebut. Nantinya hasil kajian tersebut akan dikombinasikan dengan hasil kajian Dewan Pers. Jika terbukti, polisi akan memanggil saksi ahli. “Misalnya kami membutuhkan saksi ahli bahasa, saksi ahli pidana, maupun saksi ahli dari Dewan Pers terkait narasi yang ada di dalam tabloid tersebut, akan dipanggil,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (FQ)