Karyono Wibowo
Dari kiri : Immanuel Ebenezer, Karyono Wibowo, Hari Purwanto, Ferry Supriyadi. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Pengamat politik, Karyono Wibowo menilai bahwa Tabloid Indonesia Barokah memang tidak memiliki unsur pelanggaran karena masih dianggap dalam kategori negative campaign.

Hanya saja, ia tetap tidak sependapat jika tabloid propaganda tersebut justru beredar di lingkungan masjid.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

“Saya tidak sependapat meskipun tidak bernada provokasi negatif atau ada unsur assasination dan pembunuhan karakter. Apalagi momentumnya Pilpres sebaiknya Indonesia Barokah tidak disebarkan di masjid-masjid, karena jangan kotori masjid dengan begini-begini,” kata Karyono dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Bukan hanya tabloid Indonesia Barokah saja yang tidak pantas beredar di lingkaran masjid sebagai tempat suci dan tempat ibadah. Bahkan sekalipun buletin yang mengatasnamakan Islam seperti buletin Kaffah dan sejenisnya yang cenderung berisi provokasi bermuatan politik praktis.

Maka dari itu, Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) tersebut pun menyerukan kepada seluruh kubu baik Jokowi-Maruf maupun Prabowo-Sandi tidak menggunakan cara propaganda politik yang menciderai nilai-nilai.

‘Dan saya kira semua kubu harus cerdas dan taat hukum,” tegasnya. [ibn]

space iklan