Inisiatifnews – Rocky Gerung, filsuf sekaligus akademisi yang tengah naik daun, memuji Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfud MD.

Rocky sebenarnya berharap, eks Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) inilah yang menjadi calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2019. “Saya mempromosikan beliau terang-terangan, untuk jadi pemimpin negeri ini,” kata Rocky dalam peluncuran buku Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu di MK Karya Eks Wamenkumham Denny Indrayana di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (01/02/2019).

Selain Rocky, hadir dalam acara ini mantan Ketua MK Mahfud MD, Ketua MK Anwar Usman, Jubir BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzhar Simanjuntak, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, dan Ahli Hukum Tata Negara Bivitri Susanti. “Saya enggak akan jadi pesaing. Saya akan jadi tim suksesnya. Ada yang otentik dari pikiran Pak Mahfud, “puji Rocky.

Baca juga :  Kuliah Prof. Mahfud MD di Twitter, Diskusi Fungsi Hukum Hingga Dicurhati Soal Pungli

Rocky menilai, banyak terobosan yang dilakukan oleh Mahfud MD saat memegang lembaga yang pernah Mahfud pimpin. Terutama saat Mahfud menjadi Ketua MK.

Rocky pun menyinggung orasi Mahfud yang memaparkan kondisi dan sejarah MK. Mahfud dalam orasinya salah satunya menyebut MK pernah dijuluki Mahkamah Kalkulator dalam penyelesaian berbagai sengketa Pilkada hingga Pemilu. Di era Mahfud, MK dinilainya menjadi lembaga penjaga konstitusi.

Baca juga :  Naik Kereta Bandung-Jakarta, Mahfud MD: Tak Kalah Dengan Kereta Jepang

Mahfud, tambah Rocky, banyak melakukan sejumlah terobosan yang memang tak diatur di hukum positif saat menjabat sebagai Ketua MK. “Jadi, itulah fungsi dari judicial activism, yang sebetulnya ideologi MK. Dari tadi, dia mau kasih kita sinopsis apa sebetulnya fungsi etis MK. MK itu bukan loket tempat mendaftar perkara, tetapi dimaksudkan untuk betul-betul menjadi the guardian of the constitution,” ungkap peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi. (FQ)