Inisiatifnews – Ketua DPR Bambang Soesatyo membuka Turnamen Catur Terbuka Piala Ketua DPR RI dan Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) 2019. Dia berharap, turnamen ini semakin menunjukkan bahwa DPR dekat dan terbuka dengan rakyat.

“Rumah rakyat, DPR, makin terbuka. Kemarin ribuan motor masuk ke DPR. Sekarang ratusan grand master. Besok ribuan lomba peserta burung berkicau di lapangan DPR. Ini bukti, kita dekat dan terbuka dengan rakyat,” kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, saat pembukaan Turnamen Catur Terbuka Piala Ketua DPR RI dan Pemecahan Rekor MURI yang diselenggarakan di Gedung Nusantara III, DPR RI Jakarta, Sabtu (23/03/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Turnamen ini diikuti oleh 1054 peserta dari berbagai daerah dan kategori. Untuk kategori Master, juara pertama mendapatkan hadiah senilai Rp 10 juta, juara kedua Rp 7.500.000, dan juara ketiga Rp 5 juta. Ada tujuh kategori yang dipertandingkan. Total hadiah keseluruhan kategori mencapai Rp 185.750.000.

Baca juga :  Bamsoet Sampaikan DPR Bahas Permintaan Jokowi Soal Tunda RKUHP

Bamsoet pun menambah hadiah untuk para juara. “Karena partai saya mendukung 01, maka juara satu saya tambah Rp 10 juta. Tetapi bukan berarti 02 musuh, juara dua tambahan Rp 5 juta. Juara tiga gak, karena capres-cawapres cuman dua,” kelakar Bamsoet diikuti tawa peserta turnamen.

Dia berharap, turnamen catur di tengah pemilu serentak ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan. Diingatkannya, pemilu lima tahunan ini bukan pertarungan hidup dan mati. “Harus diingat, kita ini saudara. Sepuluh menit di bilik suara, tidak boleh merenggangkan persaudaraan. Ini game, bukan hidup mati. Jadi yang mengkritik sedang-sedang saja, yang mendukung juga sedang-sedang saja,” sarannya.

Baca juga :  Bamsoet Sampaikan DPR Bahas Permintaan Jokowi Soal Tunda RKUHP

Bamsoet pun mengajak masyarakat untuk menggunakan ha pilihnya dengan datang ke bilik suara 17 April nanti. “Wajib hadir di TPS. Ketidakhadiran kita adalah dosa kita. Jangan dipikir tidak dosa, kalau disalahgunakan suara kita, yang dosa kita juga,” tandas Politisi Partai Golkar ini.

Ketua Pelaksana yang juga Komunitas Pencinta Catur Indonesia (KPCI) Hatta Taliwang juga berharap, sesuai dengan moto catur gens uma sumus yang berarti kita satu keluarga, acara ini dapat meningkatkan silaturahmi di tengah kondisi politik yang kian menghangat. “Boleh berbeda, tapi kita satu keluarga. Damai sampai 17 April dan sesudahnya,” harapnya. (FMBK)

space iklan