Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra

Inisiatifnews – Perseteruan antara Yusril Ihza Mahendra dengan pihak Habib Muhammad Rizieq Shihab semakin memanas. Pasalnya, pengacara Habib Rizieq Mahendradatta menilai percakapan whatsapp antara Yusril dengan Rizieq adalah palsu.

Klaim whatsapp palsu menurut Mahendradatta itu lantaran Habib Rizieq tidak menggunakan aplikasi chat tersebut untuk keperluan komunikasi.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

“Kan kasusnya Habib Rizieq kan WhatsApp, masa dia WhatsApp sih. Ah ini yang ditunjukkan WhatsApp-nya, waduh mak, saya berani jamin Pak Habib Rizieq itu nggak pernah pegang pakai WhatsApp,” kata Mahendradatta di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/4).

Maka dari itu, Mahendradatta pun meminta agar polemik antara Yusril dengan Rizieq disudahi saja, karena kliennya di Arab Saudi itu pun sudah menyampaikan klarifikasiknya.

“Kembali polemik ini sudahi saja, Habib Rizieq sudah jawab dan jangan melebarkan masalah,” ujarnya.

Mendapati omongan Mahendradatta itu, Yusril pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa screenshot percakapan antara dirinya dengan Rizieq yang menjadi viral tersebut adalah asli.

Bahkan ia pun mempersilahkan jika memang provider Whatsapp membuka jejak digital percakapan keduanya untuk membuktikan keasilan chatting yang terjadi antara Yusril dengan Rizieq itu.

“Pengacara Rizieq minta bukti kan? Itu screenshot-nya. Rekam jejak digitalnya bisa dibuka oleh provider,” tegas Yusril hari ini, Kamis (4/4/2019).

Sekali lagi, Yusril pun menegaskan bahwa whatsapp itu asli dan ada jejak digitalnya yang tidak cukup hanya menyampaikan klarifikasi tanpa bukti.

“Itu tulisan Rizieq sendiri dalam WA yang jejak digitalnya bisa dijadikan bukti yang sangat sulit untuk dibantah,” ujarnya.

Sementara saat Rizieq menuding Yusril tengah berbohong terkait dengan isi whatsapp itu, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) ini justru menilai Rizieq lah yang sebenarnya tengah berbohong.

“bahwa Habib Rizieq yang menuding Yusril berbohong, ternyata dirinya adalah di Raja Bohong yang sesungguhnya,” tutup Yusril.

Chat Yusril dengan Rizieq tentang pencapresan Prabowo di Ijtima Ulama

Percakapan itu bermula ketika Yusril menyampaikan bahwa legitimasi Ijtima Ulama tengah mengalami dilematika yang rumit ketika Prabowo tidak mengikuti rekomendasi Ijtima Ulama I di Peninsula yang, dimana para ulama 212 itu meminta agar Ketum Gerindra memilih 2 dari nama yang diusulkan yakni Habib Salim Segaf Jufri dari PKS atau Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai Cawapresnya.

“Jika seandainya harus memberikan legitimasi atas keputusan Prabowo memilih Sandi, bukan ulama seperti Habib Salim dan Ustad Samad. Pemberian legitimasi spt itu bisa mengganggu kredibilitas ulama di mata umat,” tulis Yusril dalam whatsapp.

Terkait dengan chatting Yusril itu, Habib Rizieq menilai memang dirinya sangat dilematis. Dan rekomendasi Habib Salim Segaf dan UAS itu sebetulnya untuk mengimbangi Prabowo yang dinilai dari sisi keislamannya masih diragukan.

“Dukungan ijtima untuk PS harus berdampingan Cawapres Ulama justru krn kira tahu PS lemah ttg Islam & lingkarannya pun masih banyak yg “Islamphobia”,” jawab Rizieq.

Chat Yusril Ihza Mahendra dengan Habib Rizieq.

Tidak hanya itu saja, Habib Rizieq juga menyinggung nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai telah menjadi salah satu penyebab dua nama ulama hasil rekomendasi Ijtima Ulama I Peninsula tidak digubris oleh Prabowo.

“Apalagi PS sdh terjebak dgn SBY yg sdg propaganda melawan politik Islam yg disebutnya sbg “politik integritas” beraroma SARA, dan ini juga salah satu sebab kandasnya Cawapres Ulama,” lanjutnya.

[IBN]

space iklan