Wakil Rektor 3 Unhas Prof. Andi Arsunan mengajak Prof. Mahfud MD dan Alissa Wahid ber-swafoto setelah diskusi di Kampus Unhas, Makassar, Sabtu (06/04/2019).

Inisiatifnews – Problem mendasar yang mengancam masa depan bangsa dan negara Indonesia adalah lemahnya penegakan hukum. Negara bisa hancur jika penegakan hukumnya main-main. Kalau mau selamat, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Hal tersebut diungkapkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD saat dialog kebangsaan yang diadakan oleh Gerakan Suluh Kebangsaan dan Bidang Kemahasiswaan Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, di Auditorium Prof. Amiruddin Unhas, Sabtu (06/04/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Di depan seribu lebih mahasiswa yang hadir, Mahfud MD mengutip hadits Nabi Muhammad SAW. Nabi bersabda, bahwa hancurnya suatu negara adalah manakala ada orang kuat secara politik atau ekonomi melakukan kejahatan tidak dihukum, tapi kalau ada orang dhuafa’ (lemah) berbuat salah langsung dihukum hadd.

“Maka Nabi Muhammad menegaskan, demi tegaknya hukum dan demi selamatnya negara seandainya anak kesayangannya yaitu Fathimah mencuri maka akan dipotong juga tangannya,” ungkap Mahfud MD mengutip hadits Nabi SAW.

Baca juga :  Mahfud Ingatkan Bahaya Demokrasi Jual Beli

Mahfud menambahkan, sebagai anak bangsa yang kebetulan mendalami ilmu hukum, dirinya memilih fokus perjuangannya pada penegakan hukum untuk ikut menjaga negara Indonesia.

Dalam memilih jalan perjuangannya itu, Mahfud yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara kerap mendapat kritik karena tak mau membela teman se-organisasi atau seprofesinya yang tersandung kasus hingga digelandang ke pengadilan tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagi Mahfud, penegakan hukum itu harus meniru Nabi yang melarang untuk pandang bulu. “Apakah dari orang Islam, Kristen, Hindu, Muhammadiyah, NU, HMI, PMII, IMM, dan lain-lain harus diadili dan dihukum kalau melakukan korupsi,” tegas mantan Ketua Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) ini.

Baca juga :  Presiden Filipina "Ajak" Rakyatnya Tembak Pejabat Korup

Mahfud selaku Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan ini menegaskan, ia berusaha terus menerus melaksanakan sunnah Nabi yang meminta untuk menegakkan hukum dan keadilan di antara manusia, bukan di antara kelompok atau agama tertentu.

Dalam dialog yang dipandu oleh Inceng Pratiwi ini, hadir juga sebagai narasumber puteri pertama Presiden Gus Dur Alissa Wahid dan dosen Sosial Politik Universitas Hasanuddin Lukman Irwan. Dialog dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unhas Prof. Andi Arsunan Arsin.

Seribu lebih mahasiswa yang hadir berjubel memenuhi Auditorium Prof. Amiruddin. Mereka antusias mendengar orasi kebangsaan yang disampaikan Ketua Dewan Pembina MMD Initiative ini. Usai dialog, beberapa mahasiswa dan sejumlah civitas akademika meminta Mahfud untuk berfoto bersama. (FM)

space iklan