Inisiatifnews – Direktur Movement Circle, Abdullah Kelrey menilai bahwa sikap Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa tak tegas menyikapi kicauan mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli. Dimana dalam kicauan di akun twitternya itu ada seorang Letkol TNI AD yang membisikan soal kemenangan Prabowo Subianto berdasarkan informasi dari Babinsa.

“Kalau pernyataan itu dianggap merugikan instansi TNI dan hoaks, maka seharusnya Andika perintahkan personilnya ajak Rizal Ramli untuk berikan keterangan pers bersama di Mabes TNI AD terkait cuitannya,” kata Kelrey dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bagi Kelrey, statemen Rizal Ramli sangat rentan bisa mencoreng citra TNI yang tidak netral dalam urusan politik praktis. Jika Rizal Ramli tidak menjelaskan secara detail apa yang disampaikan di media sosialnya itu maka asumsi ketidaknetralnya TNI akan semakin liar.

“Biar rakyat tahu dan kalau Rizal salah paksakan minta maaf depan publik,” ujarnya.

“Agar semua bisa jelas dan tidak saling memfitnah, kalau hanya dibilang hoaks lalu Rizal tidak dimintai keterangan, ya sama saja bohong,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kelrey juga menilai persoalan ini berjaring tidak hanya digeluti oleh satu individu saja. Termasuk klaim soal kemenangan politik dengan menyeret nama institusi negara termasuk institusi kampus.

“Ingat bahwa mereka ini klaim kemenangan dengan melibatkan nama-nama instansi negara dan pendidikan yang independen,” kata Kelrey.

“Contoh mereka gunakan nama alumni UI dan sudah ditegur Kampus UI, sekarang TNI. Besok Istana Wapres, lanjut lagi lembaga asing dan media asing. Ini kebiasaan buruk RR cs,” sambungnya.

space iklan