Hidayat Nur Wahid dan Nadirsyah Hosen.

Inisiatifnews – Cendekiawan Muslim, Nadirsyah Hosen memberikan nasihat kepada Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid terkait dengan argumentasi pembanding tentang adanya petisi pencabutan izin Front Pembela Islam (FPI) dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Melalui akun twitternya, Nadirsyah mencoba bertanya kepada Hidayat Nur Wahid tentang statemen bahwa dirinya membandingkan mengapa ada petisi pencabutan ijin FPI sementara tidak ada petisi bubarkan OPM.

Pertanyaan Nadirsyah ini disampaikan dengan memantion akun twitter pribadi Hidayat Nur Wahid di @hnurwahid.

“Ini beneran Syekh @hnurwahid bilang begini? Syekh, OPM itu tidak terdaftar resmi di pemerintah RI, gimana mau dibubarkan? Yang terjadi malah diperangi karena mau merebut wilayah sah NKRI. Jadi, afwan, Syekh mau mengqiyaskan OPM dengan petisi pembubaran FPI itu qiyas ma’al fariq,” tulis Nadirsyah dengan menautkan berita di salah satu media nasional.

Mendapati upaya tabayyun Nadisyah itu, Hidayat Nur Wahid itu memberikan jawabannya.

“Trims untuk tabayyunnya Prof @na_dirs. Dan tentu Antum paham, selain “qiyas ma’al fariq”, ada juga “qiyas al-aulawiy”. Kalau FPI yang legal, tak bunuh TNI, Polisi dan warga sipil, tak perjuangkan separatisme seperti OPM saja dibuatkan petisi, apalagi untuk OPM. Tapi kok nggak ada petisi untuk OPM?,” tulis @hnurwahid.

Setelah mendapat jawaban dari Hidayat Nur Wahid, Nadirsyah melalui akun twitternya @na_dirs pun berterima kasih, sembari memberikan nasehat kepada Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu agar cerdas dalam berargumen.

“Syekh @hnurwahid syukran atas konfirmasinya bahwa itu memang pendapat antum. Beda opini tentang petisi pembubaran FPI sah saja. Tapi saran saya carilah argumen yang lebih valid. Jangan diqiyaskan dengan OPM yang sedang DIPERANGI TNI. Mari cerdaskan medsos dengan logika yang lurus. Kasian follower antum,” respon Nadirsyah.

Perlu diketahui, bahwa Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, menyatakan dukungan masyarakat terhadap Front Pembela Islam lebih banyak ketimbang mereka yang menyampaikan petisi agar organisisasi tersebut tidak diperpanjang daftar izinnya.

Menurut Hidayat, penolakan bukan kali ini saja terjadi. Justru yang dilihat, makin ke sini organisasi yang bermarkas di Petamburan itu memberikan kontribusi di dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Kalaupun ada 100 ribu yang menandatangani petisi semacam itu, akan ada sejuta lebih yang akan mendukung FPI,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/5).

Hidayat balik mempertanyakan apa kesalahan FPI hingga sekelompok orang menentang kehadirannya. Di sisi lain, ia kemudian membandingkan, keberadaan organisasi FPI dengan Organisasi Papua Merdeka.

“Kok enggak ada yang bikin petisi bubarkan OPM? FPI justru selalu menegaskan tentang dukung NKRI, mendukung pemberantasan korupsi, mendukung penegakan hukum, mendukung pemberantasan narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, saat ini memang ada dua petisi yang sedang ramai di dunia maya, dimana ada satu petisi yang mendukung perpanjangan ijin ormas FPI dengan judul “Dukung FPI terus eksis”. Sementara yang kontra dengan FPI muncul petisi berjudul “Stop ijin FPI”.

Berdasarkan pantauan Inisiatifnews.com, kedua petisi tersebut saat ini sedang kejar-kejaran untuk mendapatkan tanda tangan terbanyak. Dan per pukul 01.16 WIB, Sabtu (11/5/2019), petisi dukungan FPI yang dibuat oleh Imam Kamaludin itu sudah mendapatkan 151.397 tanda tangan dari 200.000 tanda tangan yang dibutuhkan. Sementara petisi Stop ijin FPI yang dibuat oleh Ira Bisyir sudah mendapatkan 350.456 tanda tangan dari 500.000 tanda tangan yang dibutuhkan.