Inisiatifnews – Hari ini bertepatan dengan 21 tahun peristiwa tragis dimana empat mahasiswa terbaiknya gugur dalam peristiwa Trisakti Berdarah.

Rektor Universitas Trisakti, Prof Ali Ghufrom Mukti menilai bahwa 12 Mei adalah peristiwa yang sangat penting bagi civitas akademik.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

“Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendrawan Sie selalu menjadi tonggak peringatan atas peristiwa 12 Mei 1998,” kata kata Ghufrom dalam sambutannya di acara upacara peringatan 21 tahun Hari Pahlawan Reformasi Universitas Trisakti di halaman Kampus A Universitas Trisakti, Tomang, Jakarta Barat, Minggu (12/5/2019).

Sesi upacara pengibaran bendera setengah tiang oleh Mahasiswa Universitas Trisakti. [foto : Inisiatifnews]

Baginya, kematian keempat Mahasiswa terbaiknya itu tidak akan pernah dilupakan. Bahkan mereka saat ini telah dinobatkan sebagai pahlawan reformasi bagi Mahasiswa Universitas Trisakti.

“Nama-nama Mahasiswa itu pun kini dijadikan pahlawan bagi Mahasiswa khususnya Mahasiswa Trisakti, karena seolah mewakili tuntutan dari Mahasiswa agar Soeharto turun dari jabatannya sebagai Presiden yang berkuasa selama 32 tahun,” terangnya.

Sementara itu itu, Ghufrom juga menyerukan kepada para Mahasiswanya bahwa perjuangan para senior mereka yang telah gugur itu bisa menjadi pendorong agar bisa semakin memperluas pengetahuan dan memperdalam kemampuan, yakni demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa Indonesia.

“Mari kita bangun dan bela Universitas Trisakti dan kita perkuat terus orientasi kita bersama civitas akademika. Karena kita punya amanat rakyat utuk mencerdaskan bangsa,” tuturnya.

Di sisi lain, ia pun mengharapkan agar pihak berwajib untuk segera menuntaskan kasus penembakan keempat Mahasiswanya itu.

“Kepada para pihak berwenang agar bisa menyelesaikan apa yang harus diselesaikan agar tidak ada yang merasa tidak teradili,” tegasnya.

Terakhir, Ghufrom pun berdoa agar para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Untuk mahasiswa-mahasiswa terbaik kita yang telah gugur. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tutupnya.

Usai sesi napaktilas korban tragedi Trisakti. [foto : Inisiatifnews]

Usai melaksanakan upacara dan pengibaran bendera setengah tiang, seluruh civitas akademika bersama dengan keluarga keempat korban penembakan tersebut melakukan sesi napaktilas dengan berdoa dan menabur bunga.

[NOE]

space iklan