Karyono Wibowo
Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bahwa sejauh ini sejak 1998, reformasi masih bisa dikatakan stagnan.

Bahkan menurutnya, reformasi seperti tidak terkontrol dengan baik dan berjalan sendiri alias auto pilot.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

“Reformasi kita berjalan seperti autopilot, seperti pesawat tanpa awak. Bagaimana kita serahkan agenda reformasi kepada orang yang tidak punya semangat reformasi, tidak akan bisa terwujud,” kata Karyono dalam sesi diskusi di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Maka dari itu, dalam rangka mewujudkan agenda reformasi, perlu peran aktif di semua lini pemerintahan oleh eksponen aktivis 97 yang masih memiliki semangat juang untuk mewujudkannya.

Karyono memberikan saran agar para eksponen aktivis 98 tersebut bisa membagi peran, yakni siapa yang ada di dalam pemerintahan dan siapa yang ada di luar pemerintahan.

“Jadi eksponen aktivis 98 yang punya spirit dan pemahaman agenda reformasi harus memperjuangkannya. Perjuangan reformasi itu tidak hanya dari luar saja tapi juga harus dari dalam,” ujarnya.

Namun dalam pembagian peran itu, harus ada kesepakatan yang dicapai secara bersama yang tujuannya adalah bagaimana mewujudkan agenda demokrasi tersebut.

“Perlu ada paradigma baru tentang reformasi dalam pengertian bagaimana menyesuaikan agenda reformasi yang sudah dicetuskan saat 98 dalam aktualisasinya. Yakni harus ada perumusan common platform untuk mewujudkan agenda reformasi bersama,” tuturnya.

[IBN]

space iklan