Inisiatifnews – Istri Presiden Keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menyampaikan pentingnya persatuan dan kesatuan serta mempererat kebhinekaan dan tali persaudaraan antara semua anak bangsa.

Sebab, saat ini virus kebencian merajelala di mana-mana lewat perbedaan politik dan pilihan dalam pemilihan umum yang sedang berproses ini.

“Kita sekarang ini lagi terkena virus kebencian. Karena bagaimanapun, sekalipun pemilu sudah berakhir, tapi virus itu masih ada belum pergi dalam hati masing-masing,” kata Nyai Sinta Nuriyah di Aula Setda Pekalongan, Pekalongan, Jawa Tengah.

Seperti diketahui, Nyai Sinta memang melakukan safari Ramadhan di sejumlah daerah. Kali ini giliran Kabupaten Pekalongan yang disambangi. Dalam kunjungan ke Kabupaten Pekalongan tersebut, Nyai Sinta Nuriyah bertemu dengan yatim-piatu, nelayan, buruh, janda-janda, tokoh masyarakat lintas agama, tokoh pemuda dan ormas, hingga para penghuni lapas.

Baca juga :  Pukul 20.30 WIB, Prabowo Bakal ke MK Daftarkan Gugatan Pemilu 2019

Nyai Sinta mengingatkan, Indonesia ini terdapat banyak suku, bahasa, budaya, pulau, dan agama. Kebhinekaan Indonesia harus dijaga bersama. Jangan sampai gontok-gontokan, saling hujat, apalagi saling menyebarkan berita hoaks. “Karenanya, saya mengajak semua orang yang hadir di sini untuk menjaga kerukunan, kedamaian, dan mengeratkan kembali tali persaudaraan,” imbaunya.

Di bulan Ramadhan ini, Nyai Sinta mengajak umat islam memperkuat keimanan, kesabaran, dan kejujuran. “Lewat puasa ini bisa padamkan api kebencian. Tingkatkan kesabaran, ketakwaan, saling hormat-menghormati, insyaallah bisa meredam,” ujarnya.

Diceritakannya, selama ini ia memang kerap melaksanakan sahur dan bukan bersama dengan kaum dhuafa dan masyarakat yang terpinggirkan. Termasuk pernah melaksanakan sahur dan bukan bersama kaum dhuafa di kolong jembatan. “Seringkali kali juga saya sahur bersama dengan warga binaan di Lapas Nusakambangan, sama tukang becak, kemudian pedagang pasar,” ujar Nyai Sinta.

Baca juga :  Daftar Gugatan, Panitera MK Jelaskan Perjalanan Prosesnya ke BPN

Sebelum buka puasa bersama, Nyai Sinta Nuriyah Wahid menyerahkan bantuan kepada kaum dhuafa. Ia juga mengajak semua orang yang hadir di lokasi tersebut untuk menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dan menyayikan syi’ir Tanpo Waton.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menambahkan acara berbuka bersama sendiri dihadiri oleh 600 orang dari anak yatim-piatu, buruh, nelayan dan para janda. “Kita mendengarkan tausiyah beliau, yang intinya adalah kita semakin kokoh mencintai bangsa dan negara karena kita adalah satu bangsa indonesia,” ungkap Asip Kholbihi.

Di Pekalongan, Nyai Sinta juga sempat sahur bersama ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Kota Pekalongan. (FMV)