mahfud md
Mohammad Mahfud MD. [net]

Inisiatifnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Mohammad Mahfud MD menegaskan bahwa Pemilu 2019 tetap sah meskipun pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) tidak bersedia mengakui dan tanda tangan hasil sidang rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kalau misalnya dia menolak proses rekapitulasi, tidak mau menandatangani padahal sudah sidang dibuka secara sah dan diberi kesempatan untuk mengajukan pendapat lalu dia tidak mau tetap tidak mau menerima ya pemilu selesai secara hukum,” kata Mahfud MD, Rabu (15/5/2019).

Artinya, pada tanggal 22 Mei nanti sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, KPU tetap bisa mengesahkan hasil pemilu tersebut.

Baca juga :  Berkemeja Putih, Mahfud MD Ke Istana

“Dan KPU bisa mengesahkan itu pada tanggal 22 Mei,” tegasnya.

Kemudian Mahfud juga menjelaskan bahwa BPN juga tidak masalah ketika tidak bersedia melakukan gugatan pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Jika sampai batas waktu yang ditentukan gugatan itu tidak dilayangkan, maka secara hukum Pemilu 2019 sudah selesai dan dinyatakan sah.

“Tanggal 22 Mei kalau tidak menggugat ke MK sampai dengan tanggal 25 maka pemilihan presiden secara hukum secara yuridis sudah selesai tidak ada masalah,” tuturnya.

Baca juga :  Mahfud Diminta Jadi Menteri Jokowi

Pun demikian, Mahfud memberikan saran kepada BPN agar tetap menempuh koridor konstitusi yang ada. Ketika merasa ada kecurangan atau kesalahan dalam proses pemilu maka sebaiknya tetap menggugat hasil rekapitulasi suara oleh KPU melalui sidang di MK.

“Seharusnya kalau memang tidak mau, atau tidak menerima kecurangannya di mana tunjukkan saja lalu adu data di KPU, kalau tidak puas di KPU adu lagi ke MK,” pungkasnya.

space iklan