Kementerian Koordinator Polhukam dan Gerakan Suluh Kebangsaan
Menteri Koordinator Polhukam Wiranto bersama jajaran Polri dan TNI saat menerima kunjungan Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) pimpinan Mahfud MD. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Sejumlah tokoh dari Gerakan Suluh Kebangsaan menemui Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/05/2019).

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Prof. Mahfud MD datang bersama tokoh lainnya seperti Prof. Quraish Shihab, Alwi Shihab, Prof. Amin Abdulah, Helmi Faizal (Sekjen PB NU), Erry Ryana Harjapamekas, Al Hilal Hamdi, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Budi Kuncoro, Rm Benny Susetyo, Romo Frans Magniz Suseno, Imam Marsudi, Eddy Purjanto, dan Dhodi Syailendra.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Sejumlah tokoh disambut hangat oleh Wiranto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Audiensi berlangsung tertutup di Ruang Bima, Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 15, Jakarta Pusat.

Salah satu yang menjadi pembahasan adalah situasi dan kondisi politik serta keamanan terkini. Seperti unjuk rasa pasca keputusan KPU yang telah menetapkan Capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan hasil penghitungan suara nasional yang langkah Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak keputusan KPU dan menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca juga :  Mahfud MD Pernah Batalin UU BHP Yang Berpotensi Ancam Kelangsungan Ponpes

Meskipun unjuk rasa awalnya berjalan dengan baik, namun akhirnya terjadi kericuhan tak dapat dihindari 22 Mei. Mahfud menyebut, kericuhan dilakukan oleh oknum-oknum yang melakukan provokasi ke arah anarkisme.

“Sejak penetapan KPU tersebut, beberapa hari ini beberapa kelompok melakukan unjuk rasa baik di depan Gedung KPU maupun di depan Gedung Bawaslu dengan muatan menolak hasil yang ditetapkan. Unjuk rasa telah disusupi oleh perusuh-perusuh yang mendompleng aksi demo tersebut,” tandas Mahfud usai pertemuan.

Anggota Gerakan Suluh Kebangsaan lainnya, Komarudin Hidayat menganggap, pelaku-pelaku kerusuhan tersebut bukan menjadi bagian dari pendukung Prabowo-Sandiaga, tetapi penumpang gelap yang hendak memanfaatkan situasi untuk bikin onar.

“Kelompok ini mempunyai agenda yang berbeda dengan kelompok aksi damai, bukan bagian dari gerakan yang menyuarakan aspirasi menolak hasil Pilpres 2019. Gerakan Suluh Kebangsaan memandang hal ini sudah membahayakan bangsa dan negara Republik lndonesia, menimbulkan rasa tidak aman kepada masyarakat, dan mengurangi kepercayaan terhadap negara,” tandasnya.

Baca juga :  Mahfud MD Pernah Batalin UU BHP Yang Berpotensi Ancam Kelangsungan Ponpes

Dalam sambutannya, Wiranto mengaku sangat senang dan mengapresiasi kehadiran Gerakan Suluh Kebangsaan dan seluruh tokohnya. “Saya sampaikan rasa senang sekali kedatangan bapak-bapak. ‎Suluh Kebangsaan selalu mengibarkan semangat persatuan,” ujar Wiranto mengawali.

Selanjutnya, Wiranto mengungkapkan, bangsa Indonesia saat ini dalam posisi kritis nasional. Kepentingan politik praktis disertai ideologi terorisme hampir saja menggerus persatuan dan kesatuan. Untungnya, masih banyak negarawan dan tokoh bangsa yang terus menyinari bangsa ini dan senantiasa menyadarkan masyarakat akan pentingnya persatuan.

“Setiap krisis pada akhirnya negara TNI dan Polri mengambil peran yang sangat kuat. Saya melihat Gerakan Suluh Kebangsaan menyinarkan sinar semangat persatuan. Saya bersyukur Gerakan Suluh Kebangsaan menjadi mercusuar persatuan yang terus menyinari bangsa Indonesia. Itulah yang sebenarnya menyemangati bangsa Indonesia,”ungkap Wiranto. (FMM)

space iklan