Inisiatifnews – Sudah tiga tahun tanggal 01 Juni secara resmi diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Jika pada tahun pertama peringatan hari lahir Pancasila mengusung slogan Saya Indonesia Saya Pancasila, tahun ini slogannya berganti menjadi Kita Indonesia Kita Pancasila.

Untuk mengingatkan, Saya Indonesia Saya Pancasila adalah slogan yang diciptakan untuk memeriahkan Pekan Pancasila 2017, yang diselenggarakan pada 29 Mei hingga 4 Juni 2017. Pekan Pancasila 2017 dirayakan untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni 2017, yang merupakan hari libur nasional pertama kalinya sejak disahkan Presiden Jokowi tahun 2016.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Presiden Jokowi mengubah slogan tersebut tahun 2019 ini. Frasa Kita Indonesia Kita Pancasila muncul saat Presiden memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Sabtu (01/06/2019).

Dalam amanatnya, Presiden meminta semua elemen bangsa bersyukur atas anugerah Pancasila sebagai ideologi bangsa. Pancasila, kata Jokowi, adalah pemandu bangsa dalam bermasyarakat, bernegara, dan menjadi benteng persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pancasila menjadi rumah bersama bagi seluruh komponen bangsa,” kata Jokowi.

Kepala Negara memaparkan, sebagai rumah yang besar, Indonesia telah berhasil menghadapi berbagai situasi yang sulit. Sejarah telah mencatat betapa kokohnya Indonesia dengan ideologi Pancasilanya.

“74 tahun perjalanan RI, telah membuat bangsa kita bangsa yang dewasa dan matang. 74 tahun yang penuh dinamika, naik dan turun, tetapi kita bisa mengelolanya, mampu mengelolanya dan semakin memperkokoh persatuan kita,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi lantas menerangkan, proses demokrasi Indonesia telah dikelola dengan baik, dari periode ke periode dan waktu ke waktu. Sementara itu, konstitusi selalu dipegang teguh oleh bangsa Indonesia dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi pemandunya.

“Setiap tantangan yang mengganggu persatuan bangsa dan mengganggu Pancasila, harus menambah kedewasaan kita. Semakin dewasa dalam berdemokrasi, dan semakin strategis dalam melangkah untuk kemajuan bangsa dan semakin dewasa dalam menjaga kesatuan dan ketentraman kita,” ujar Jokowi.

Ia pun menyatakan, Pancasila juga merupakan pemandu dalam nilai-nilai luhur yang menjadi ideologi bangsa. Yakni yang berketuhanan, yang berkeadilan sosial, yang berpersatuan, yang berkerakyatan, hingga yang berkeadilan sosial. “Kita paham, bahwa perjuangan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut tidaklah mudah. Tantangan internasional semakin berat, keterbukaan dan persaingan yang semakin tinggi, perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi juga menjadi tantangan berat, karena semakin memberi ruang kepada berita bohong. bahkan ujaran dan fitnah,” imbuhnya.

Jokowi menyatakan, beberapa permasalahan dalam negeri, seperti kemiskinan dan ketimpangan juga masih menjadi tantangan serius. Akan tetapi, ia meminta seluruh anak bangsa untuk terus optimis.

“Kita harus yakin telah berada pada jalur yang benar. Kita telah membangun infrastruktur yang telah mempersatukan bangsa kita, kita telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, kita telah berhasil menurunkan ketimpangan, dan kita berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan peluang kerja di tengah ekonomi dunia yang sedang bergejolak,” ujarnya.

Ditambahkannya, pembangunan SDM akan mendapat perhatian lebih dari yang lainnya dalam penggunaan anggaran mulai tahun ini. Dengan begitu, SDM yang kompeten dalam mensejahterakan masyarakat, yang berahlak mulia, yang berpancasila sehingga akan membawa Indonesia menjadi negara yang dicita-citakan oleh para pendirinya.

“Pemerintah sangat mengharapkan peran serta semua komponen bangsa, dari para ulama dan para tokoh agama, dari sekolah, madrasah, dari pesantren sampai perguruan tinggi dan dari budayawan, para profesional untuk ikut serta dalam akselerasi pembangunan SDM ini,” ujarnya.

“Mari peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni ini kita manfaatkan untuk meneguhkan komitmen kita untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, untuk saling toleran, hidup rukun, gotong royong serta melawan faham-faham anti-Pancasila, dan bahaya terorisme serta separatisme yang bisa mengancam persatuan bangsa kita. Selamat hari lahir Pancasila. Kita Indonesia, kita Pancasila,” seru Presiden Jokowi.

Sementara Kepalan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono saat upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Halaman Balairung UGM kemarin, juga mengusung slogan Kita Indonesia, Kita Pancasila. Pancasila, kata Hariyono, dapat mempertahankan eksistensi ke-Indonesiaan baik sebagai bangsa maupun negara.

Di tengah kondisi politik dan berbagai tantangan yang ada, kata Hariyono, perlu kesadaran dan pemahaman nilai Pancasila seperti menghormati, saling bekerja sama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan. “Pancasila rumah bersama. Kita Indonesia, Kita Pancasila,” tandasnya.

Elit Politik Harus Memberi Contoh Terapkan Pancasila

Sedangkan Ketua DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan tantangan intoleransi dan radikalisme yang semakin menguat. Ia menyoroti laporan Setara Institute yang menyatakan, sepanjang tahun 2018 lalu, terjadi 160 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan dengan 202 bentuk tindakan yang tersebar di 25 provinsi.

Yang paling ironis, survei IDN Research Institute dan Alvara Research Center 2019 mencatat 19,5 persen generasi milenial menyatakan Indonesia lebih ideal menjadi negara khilafah. “Benih-benih intoleransi maupun keinginan mengubah dasar negara seperti ini harus disikapi secara serius. Tak bisa disepelekan maupun dianggap angin lalu,” tutur Bamsoet aaat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Pancasila, Jakarta, kemarin.

Selain itu, elit politik, imbau Bamsoet, harus memberi contoh. Jangan mementingkan egoisme kekuasaan dengan memanfaatkan rakyat danĀ  menjerumuskannyak ke dalam kubangan perpecahan. “Elite politik harus sadar, bukan justru dibakar oleh egoisme kekuasaan,” imbaunya.

Untuk diketahui, pada 2016, Presiden Jokowi mengeluarkan penetapan untuk mempertegas bahwa 1 Juni menjadi hari lahir Pancasila secara nasional. Penetapan ini dilakukan setelah lebih dari 70 tahun Indonesia merdeka.

Penetapan tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Keputusan itu secara resmi ditandatangani Presiden Jokowi di hadapan tokoh nasional saat kegiatan peringatan pidato Bung Karno di Bandung. Keputusan tersebut sekaligus melengkapi Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2008 yang telah menetapkan 18 Agustus 1945 sebagai Hari Konstitusi. (FMM)

space iklan