Inisiatifnews – Momen bertemunya kedua pemimpin partai yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih hangat diperbincangkan. Bagaimana tidak, kesan kedua tokoh ini “berseteru” abadi, seketika lenyap sudah. Senyuman dan salam hangat Megawati kepada SBY mencairkan kebekuan dan kebuntuan komunikasi politik keduanya selama ini.

Seperti diberitakan, banyak pihak kaget dengan kehadiran Megawati dalam upacara pemakaman ibu negara 2004-2015 Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (02/06/2019). Megawati yang mengenakan pakaian berwarna hitam tampak bersalaman dengan SBY.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Senyuman dan pandangan mata Megawati seolah menyampaikan bela sungkawa yang mendalam dan seakan memberi semangat kepada SBY agar tetap kuat dan tabah ditinggal sosok yang sangat dicintainya.

Artinya, kehadiran Megawati pada pemakaman Ibu Ani membantah anggapan selama bahwa Megawati tidak pernah mau sama sekali bertemu dengan SBY. “Pertemuan Bu Mega dengan Pak SBY tanggal 2 Juni 2019 kemarin bukanlah pertemuan yang pertama. Sudah beberapa kali kedua tokoh bangsa tersebut bertemu dalam momen-momen penting,” kata Wakil Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Ahmad Basarah dalam keterangannya kepada wartawan Jakarta, Selasa (04/06/2019).

Basarah mencontohkan, kedua tokoh politik itu pernah bertemu saat peringatan hari lahir Pancasila di Gedung MPR pada 2010. Selain itu, kedua mantan kepala negara ini juga pernah bertemu saat penyerahan SK Presiden SBY tentang Anugrah Pahlawan Nasional kepada Bung Karno pada 2012 dan beberapa momen lainnya.

Basarah menyatakan, dukungan moril dan simpati yang diberikan Megawati kepada keluarga SBY juga membuktikan, Ketua Umum PDI Perjuangan itu adalah seorang tokoh bangsa yang memegang teguh prinsip nasionalisme-humanis.

Selain itu, ditegaskannya, Megawati adalah figur yang dapat menempatkan posisi. Mega paham betul kapan saatnya harus menempatkan diri dalam kapasitas sebagai politisi dan tokoh nasional dan kapan saat menempatkan diri sebagai pribadi maupun sebagai seorang Ibu. “Bu Mega juga paham membedakan antara urusan politik dengan urusan kemanusiaan,” sindir Basarah.

Banyak yang salah menilai Megawati, kata Basarah, karena tidak mengetahui karakter asli Ketua Umum Partai Pemenang Pemilu 2019 ini. “Bu Mega adalah pribadi yang ramah, humanis, bahkan sering memperhatikan hal-hal kecil anak-anak buahnya,” tambahnya.

Seperti diketahui, pernyataan Basarah ini agaknya menyindir pernyataan Prabowo Subianto yang sedang jadi perbincangan hangat. Prabowo dinilai tidak etis dan tak dapat menempatkan posisi karena bicara urusan politik khususnya Pilpres, dalam suasana berkabung saat bertakziah di rumah duka SBY, Puri Cikeas, Jawa Barat, Senin (03/06/2019). (FMM)

space iklan