Inisiatifnews – Di Korea Utara (Korut), mengkritik sedikit, apalagi memberontak kepada pemerintah, hukuman mati siap menanti. Salah satunya dialami seorang jenderal di sana baru-baru ini. Baru tuduhan saja, ia langsung dieksekusi dengan sadis.

Pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-Un dilaporkan telah mengeksekusi mati salah satu jenderal Korut yang dituding merancang kudeta. Eksekusi mati berjalan keji dan sadis. Sang jenderal dimasukkan ke dalam tangki yang isinya penuh ikan piranha dari Brazil.

Perintah eksekusi mati itu dijatuhkan oleh Jong-Un terhadap sang jenderal yang tidak disebut namanya. Sayang, tak diketahui secara pasti juga kapan eksekusi mati itu berlangsung.

Dikutip dari Daily Star, Selasa (11/06), seorang sumber menerangkan, baru-baru ini, sebuah tangki raksasa sengaja dibangun di Ryongsong Residence, salah satu lokasi kediaman resmi Jong-Un.

Sumber ini menyatakan tidak tahu pasti apakah sang jenderal Korut tewas luka-luka akibat gigitan ikan piranha, dimakan hidup-hidup oleh piranha, ataupun tewas karena tenggelam.

Seperti diketahui, Jong Un memang memerintahkan sejumlah penasihatnya memodifikasi metode baru untuk eksekusi mati. Pengembangan metode eksekusi mati sadis ini sengaja dirancang untuk menakut-nakuti para pembelot dan pengkhianat di Korut.

Eksekusi sadis hukuman mati dengan ikan piranha ini terinspirasi film James Bond tahun 1977 lalu berjudul ‘The Spy Who Loved Me’. Di mana ada adegan penjahat Karl Stromberg mengeksekusi mati lawannya dengan menjatuhkan mereka ke dalam akuarium berisi hiu.

“Penggunaan piranha adalah ciri khas Jong-Un. Dia kerap menggunakan ketakutan dan teror sebagai alat politik,” kata sumber Daily Star.

Metode-metode eksekusi mati sadis lainnya di Korut antara lain mengumpankan ke harimau, pemenggalan kepala, membakar korban hidup-hidup dan menembak dengan senjata anti-tank dan anti pesawat.

Sejak berkuasa 2011, Jong-Un diyakini telah mengeksekusi mati 16 penasihat seniornya. Ratusan warga Korut juga dibunuh. Jajaran pejabat militer yang dikabarkan dieksekusi mati adalah seorang komandan militer Korut, bos Bank Sentral Korut dan Duta Besar Korut untuk Kuba juga Malaysia.

Sebelumnya, tahun 2013, tersiar kabar bahwa Jong-Un mengeksekusi mati pamannya yang bernama Jang Song-Thaek yang ditudingnya merencanakan kudeta militer. Berdasarkan laporan media Hong Kong, Wen Wei Po, Jang, dalam kondisi telanjang, dieksekusi mati dengan cara dilemparkan ke kandang berisi 120 ekor anjing liar yang kelaparan. Eksekusi keji itu kabarnya ditonton langsung oleh Jong-Un bersama 300 pejabat senior Korut lainnya.

Sedangkan Mei 2015, Kim Jong-Un dilaporkan mengeksekusi mati Menteri Pertahanan, Hyon Yong Chol, dengan senjata anti pesawat di sebuah akademi militer di Pyongyang. Eksekusi mati dilakukan di hadapan publik.

Tahun 2017, dua anggota parlemen Korsel yang mendapat briefing dari Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) mengungkapkan bahwa lima pejabat keamanan Korut telah dieksekusi mati dengan senjata anti pesawat karena ketahuan memberikan laporan palsu kepada Kim Jong-Un. (FMM/NET)