Sutopo
Sutopo Purwo Nugroho.

Inisiatifnews – Meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho tentunya masih terbersit di benak masyarakat Indonesia. Betapa tidak, pejuang tangguh penyintas kanker tersebut telah mengembuskan nafas terakhirnya usai menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou karena penyakit kanker paru stadium IV.

Sekilas perlu diketahui bahwa Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut termasuk kategori orang yang memiliki gaya hidup sehat, bahkan sama sekali Sutopo semasa hidup tidak pernah merokok. Namun mengapa bisa sampai terserang penyakit kanker paru.

Dalam sebuah penggalan video testimoni tentang penyakitnya itu, Sutopo menyampaikan bahwa dirinya pertama kali mengeluhkan sakit sesak paru-paru dan batuk-batuk sekitar tahun 2017. Hal ini lantaran dirinya merasakan mayoritas pegawai di BNPB tempatnya bekerja adalah perokok. Karena bukan perokok dan setiap hari terpapar asap rokok, inilah yang menjadikan Sutopo menjadi perokok pasif.

“Di kantor BNPB dan sebagian besar karyawan perokok. Mulai itu saya merasakan batuk-batuk dan nyeri-nyeri di tulang sudah cukup lama,” kata Sutopo dalam penggalan videonya.

Dan saat dirinya menjalani proses pemeriksaan termasuk rontgen dan CT Scan, di situlah dokter menjatuhkan vonis dirinya mengidap kanker paru.

“Dokter mengatakan, sampeyan (Anda) sakit kanker paru stadium 4, tentu saya shock,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sutopo pun menyerukan agar masyarakat Indonesia tidak perlu merokok apalagi hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain.

“Buat generasi muda terutama anak-anak, jangan merokok. Tidak ada orang akan menilai dia akan kelihatan gagah kalau merokok,” tuturnya.

“Seperti iklan-iklan (rokok) itu. Itu sangat menyesatkan. Stop lah merokok,” sambung Sutopo.

Berikut adalah video tentang kanker paru dan perokok dari Sutopo Purwo Nugroho. Penyintas kanker paru stadium IV yang berakhir meninggal dunia.
https://www.facebook.com/afra.afifah/videos/10218718263485933/?t=48

Dampak nyata dari kanker paru stadium IV Sutopo Purwo Nugroho adalah dengan membengkoknya tulang belakangnya. Bahkan ia pun sempat mengunggah momentum ketika dirinya menjalani terapi senam untuk membantu mengurangi rasa nyeri.

Dan penderitaan Sutopo juga tidak jarang diunggahnya di media sosialnya itu. Termasuk ketika menyampaikan bagaimana rasanya usai menjalani proses kemoterapi.

Meskipun menahan rasa sakit yang begitu hebat karena penyakit kanker paru stadium 4 yang dideritanya itu, Sutopo pun tidak menjadikannya sebagai alasan tidak menjalankan tugas. Bahkan dirinya pun sempat mengupdate informasi bencana ketika harus berbaring di tempat tidur, bahkan tetap melakukan konferensi pers persis usai dari rumah sakit dan jarum infus masih tertancap di tangannya.

Karena perjuangan yang keras inilah, Sutopo Purwo Nugroho diganjar berbagai penghargaan dari berbagai lembaga. Beberapa diantaranya adalah Persatuan Dokter Paru Indonesia. Kemudian penghargaan juga didapat dari Harian Republika dan beberapa media massa lainnya.

Masih dalam kicauan Sutopo, dirinya pernah memberikan peringatan kepada masyarakat luas agar mengenali berbagai gejala dini penyakit paru.

“Jika kau merasakan gejala: batuk lebih dari 2 minggu, sesak napas, dada nyeri, batuk darah, benjolan di dada/leher, mudah lelah dll. Cepatlah periksa ke dokter. Mungkin itu tanda kanker paru,” tulis @sutopo_PN.

[RED]

*) Konten ini telah diperbaharui pukul 11.17 WIB.