Mahfud MD

Inisiatifnews – Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof Mahfud MD menyatakan bahwa dirinya akan siap menjadi aktor yang akan mengampanyekan sistem khilafah jika ada rujukan yang baku sesuai Al Quran dan As Sunnah.

“Kalau ada ‘sistem’ khilafah yang baku menurut Quran dan Sunnah Nabi saya akan menjadi pengikutnya dan akan mengampanyekannya, karena saya muslim,” kata Mahfud MD dalam kicauannya di akun twitter @mohmahfudmd, Kamis (25/7/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Sayangnya sejauh sepengatahuannya, tidak ada rujukan yang baku terhadap sistem khilafah itu menurut dua sumber hukum umat Islam di seluruh dunia itu.

“Tapi (sistem khilafah yang baku menurut Quran dan Sunnah) tidak ada kan?,” tegasnya.

Mahfud juga menegaskan bahwa dalam perspektif sistem khilafah, dirinya sepemahaman dengan Emha Ainun Najib alias Cak Nun.

“Bahwa khilafah itu ciptaan Allah. Tapi baik saya maupun Cak Nun tak bisa menunjuk ‘sistem baku menurut Quran dan Sunnah’. Apa parlementer, presidesial, monarki, republik, pakai pemilu, Parlemen, Darul Fatwa, dll,” terangnya.

Baca juga :  Mahfud Ingatkan Bahaya Demokrasi Jual Beli

Apalagi jika merujuk sejarahnya pun, Mahfud menyampaikan jika sistem pemerintahan dan bagaimana cara pemilihan pemerintahannya pun bermacam-macam, termasuk ketika pemilihan pemimpin di era Khulafaur Rasyidin (keempat sahabat terbaik Nabi Muhammad SAW -red).

“Faktanya: Abu Bakar dipilih melalui musyawarah, Umar ditunjuk oleh Abu Bakar, Utsman dipilih oleh formatur. Sekarang ada negara-negara Islam yang ikut demokrasi, monarki, Parlementer, Presidensial, dll. (Jadi) yang mana sistem yang baku menurut Quran dan Sunnah?,” tuturnya.

“Jadi yang penting maqashid syar’i-nya,” imbuh Mahfud.

Dari penjelasan Mahfud tersebut, ada salah satu netizen pengguna akun @siwahitam yang mempertanyakan tentang hadist Nabi Muhammad yang menjelaskan tentang sistem Pancasila.

“Mohon penjelasan eyang prof. Ada enggak hadist yang khusus ttg sistem pancasila, baik dalam Al Qur’an dan Sunnah. Kalo ada mulai hari saya akan menolak sistem Khilafah,” tulis @siwahitam.

Baca juga :  Mahfud Ingatkan Bahaya Demokrasi Jual Beli

Mendapati pertanyaan netizen itu, Mahfud memberikan garis bawah, bahwa menjalankan sistem pemerintahan tidak diatur dalam dua sumber hukum syariat yakni Quran dan Hadist, termasuk Pancasila.

“Untuk menentukan sistem pemerintahan (baik khilafah maupun Pancasila) tak ada ayat Quran dan haditsnya, itu pilihan sukarela (opsional). Dan kita sudah memilih Pancasila itu sah, yang memilih seperti Saudi, Maroko, juga sah. Haditsnya ada yang umum, ‘Antum a’lamu biumuuri dun’yaakum’,” terangnya.

[NOE]

space iklan