m taufik
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik. [net]

Inisiatifnews – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik sewot mengetahui sikap politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak menggunakan pin emas sebagai penanda anggota dewan oleh DPRD DKI.

Apalagi menurut mereka, pin emas tersebut hanya bentuk penghambur-hamburan uang rakyat.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bagi politisi Partai Gerindra itu, narasi yang dibangun PSI hanya bentuk penggalangan popularitas semata bagi partai yang dipimpin oleh Grace Natalie itu. Bahkan Taufik meminta agar PSI tak usah minta gaji saja untuk totalitas narasinya tersebut.

“Kalau mencari popularitas, memang begitu, sekalian dong tolak terima gaji kalau begitu. Kan katanya pemborosan anggaran. Jangan tanggung-tanggung kalau nolak,” ucap M Taufik kepada wartawan, Rabu (21/8/2019).

Baca juga :  Presiden Minta RKUHP Ditunda, Gerindra Setuju, PKS Tidak

Namun demikian, Taufik tak mempermasalahkan jika memang anggota DPRD terpilih dari PSI tak mau menggunakan pin emas tersebut.

“Kalau PSI nolak ya nggak apa-apa, silakan saja,” ujarnya.

Menurut Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu, tak ada yang salah dengan pemberian pin emas itu. Taufik mengatakan pin emas untuk anggota DPRD DKI sudah sesuai dengan aturan.

“Nggak masalah dong. Kan itu memang sesuai aturan,” katanya.

Sebelumnya, PSI menolak pin emas anggota DPRD DKI Jakarta. Menurut PSI, pengadaan pin emas untuk para anggota Dewan hanya menghamburkan uang.

“Bahwa PSI menyadari bahwa pin penting sebagai identitas jabatan anggota Dewan. Kami persoalkan adalah biaya ini. Kenapa emas? Kita hitung dari anggaran yang ada berarti pin senilai Rp 5 juta untuk dipakai,” ucap Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest saat dihubungi, Selasa (20/8).

Baca juga :  Presiden Minta RKUHP Ditunda, Gerindra Setuju, PKS Tidak

Bahkan Rian pun menyinggung tentang masyarakat Jakarta yang masih kekurangan sehingga dana untuk pengadaan pin emas itu sebaiknya dialokasikan untuk membantu warga Jakarta saja.

“Untuk apa (pin emas)?. kita tidak sensitif di saat warga masih banyak yang tidak bisa akses air bersih misalkan, susah akses sekolah untuk yang luar DKI,” ucapnya. []

space iklan