Inisiatifnews – Innalillahi wa innailaihi rajiun. Bangsa Indonesia berduka. Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie tutup usia. Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu, meninggal akibat penyakit yang dideritanya, tadi sore sekitar pukul 18:05. Sebelum meninggal, keluarga dekat sudah berkumpul di RSPAD Gatot Soebroto, tempat Habibie dirawat.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Diketahui, Habibie menjalani perawatan intensif di rumah sakit ini sejak 1 September 2019. Selama masa perawatan, Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Lini masa media sosial Twitter pun banjir ucapan duka cita. Hampir seluruh trending topic Indonesia berisi ucapan duka untuk Habibie. Tanda pagar #BJHabibie #BJHabibieWafat #RIPHabibie dan kata kunci terkait seperti, Eyang Habibie, Ibu Ainun, Mr Crack, Innalillahi dan sejenisnya memenuhi puncak hingga dasar urutan trending topic.

Salah satu yang mengucapkan duka cita dan memberi catatan panjang mengenang Habibie adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD.

Lewat akun Twitter-nya @mohmahfudmd yang tengah berada di Mataram NTB bersama rombongan Parampara Praja atau Dewan Penasehat Gubernur DIY, menyempatkan diri memberi ucapan begitu mendengar berita wafatnya Habibie.

Innaa lillaah wa inna ilaihi raji’un. Bangsa kita telah kehilangan seorang Bapak Bangsa yang sangat membanggakan,” kicau Mahfud mengawali serangkaian kicauannya untuk Habibie.

Menurut Mahfud, Habibie telah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional karena prestasi dan reputasinya sebagai ilmuwan kelas dunia. Habibie juga menjadi kebanggaan kaum muslimin Indonesia. Karena, ketika orang Islam masih dianggap kolot, dia menjadi contoh bahwa orang Islam bisa hebat dan tidak perlu merasa inferior.

Baca juga :  Mahfud Ingatkan Bahaya Demokrasi Jual Beli

“BJ Habibie adalah ilmuwan muslim yang taat beribadah. Dari sosok dialah lahir ungkapan integrasi Iptek dan Imtaq, ilmu pengetahuan dan iman serta taqwa. Habibie dijadikan role model generasi muda Islam dengan ungkapan “Berotak Jerman, Berhati Mekah”. Allahumma ighfir lahu warhamhu,” kicaunya Mahfud membubuhkan doa.

Mahfud pun menilai, bagi bangsa Indonesia, Habibie adalah penyelamat dan pembangun negara. Ketika Presiden Soeharto lengser pada Mei 1998, BJ Habibie yang kala itu sebagai Wapres, otomatis menjadi Presiden sesuai dengan konstitusi.

“Ia didemo dan dihujat karena dianggap kroni Pak Harto. Namun dia bertahan sengan sabar tegar menyelamatkan negara,” ungkap mantan Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini.

Sebenarnya, lanjut Mahfud, menurut konstitusi, BJ Habibie berhak menjabat Presiden hingga tahun 2003. Akan tetapi, dengan jiwa kenegarawanannya, dia segera mengumumkan diadakannya pemilu demokratis agar rakyat memilih wakil rakyat dan Presiden baru. Ia hanya memilih menjadi Presiden yang bisa mengantarkan pemilu, agar rakyat memilih pemimpinnya dengan demokratis.

Selain itu, sebenarnya Habibie juga berpeluang besar untuk dipilih menjadi presiden kembali oleh MPR pada tahun 1999. Namun, dengan sangat ksatria, ia enggan dicalonkan kembali karena pertanggungjawabannya terkait referendum di Timor Timur ditolak oleh MPR. “Pak Habibie, beristirahatlah dengan tenang di sisi-Nya. Namamu selalu di hati kami,” pungkas Mahfud.

Selain Mahfud, warganet kalangan biasa hingga selebtwit mengucapkan duka cita dengan cara mereka sendiri. Banyak yang mengenang kepandaiannya, ada pula yang memuji kesetiannya kepada istrinya, Ainun Habibie.

Baca juga :  Mahfud Ingatkan Bahaya Demokrasi Jual Beli

Tokoh NU Nadirsyah Husein lewat akunnya @na_dirs memberi ucapan perpisahan yang menyentuh. “Caranya bicara. Binar matanya. Gerak tubuhnya. Ada gagasan yang terus berpijar. Ada energi yang terus melimpah. Buat bangsa ini. Sesuai sumpahnya dulu. Dan ada cinta yang tak pernah padam, yang kini akan bersua kembali. Met jalan Pak Habibie. Selamat jumpa kembali dengan Ibu Ainun,” kicaunya serupa cuitan tweeps @fafabdg juga bikin terenyuh. “Pak Habibie: “Sekarang aku tidak lagi takut mati, karena ada Ainun menungguku di sana.” Selamat jalan Pak Habibie #BJHABIBIE,” tulisnya.

Kolumnis Gunawan Mohammad melalui akun resminya @gm_gm menyanjung Habibie yang telah membuka era Demokrasi negeri ini. “Ruhe, bitte in Frieden, Pak Habibie. Anda meninggalkan kami. Kami tak akan lupa: tak disangka-sangka tanah air telah anda buka ke jalan demokrasi,” tulis dia disambut akun @pangeransiahaan. “Pers dan media massa Indonesia dimerdekakan di era Presiden BJ Habibie. Terima kasih dan selamat jalan, Pak Habibie.”

Sementara @tunggalp menimpali. “Pak Habibie. Selamat jalan pak. Jasamu besar bagi kami perempuan Indonesia. Terima kasih telah mau mendengarkan permintaan gerakan perempuan tahun 1998 dan mendukung lahirnya Komnas Perempuan. Tunduk hormat.”

Gubernur DKI Jakarta @aniesbaswedan menyampaikan duka citanya sembari mengingat kecerdasan sang Guru Bangsa yang selama ini menjadi cita-cita sebagian besar anak Indoensia. “Jutaan anak tumbuh dengan nasihat dari orangtuanya, belajar yang rajin, biar kalau besar nanti kamu pintar seperti Pak Habibie. Pak Habibie, Sang Guru Bangsa, telah berpulang, tapi inspirasinya tetap hidup. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” tulis Anies Baswedan. (INI)

space iklan