Koordinator aksi Ikatan Mahasiswa Sumatra Selatan Jabodetabek Banten, Ferga Azis. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Pro dan kontra terhadap adanya revisi UU KPK yang telah disahkan oleh DPR RI dalam Rapat Paripurna di Komisi III DPR RI bersama dengan pemerintah masih saja ada, baik dari kalangan masyarakat maupun elemen Mahasiswa.

Ferga Aziz, koordinator aksi Ikatan Mahasiswa Sumatra Selatan Jabodetabek Banten menyampaikan dalam orasinya di depan gedung DPR RI, bahwa menurutnya revisi terhadap UU Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) sudah tepat.

Salah satu dalam konteksnya adalah pemberhentian perkara penyidikan terhadap kasus yang sudah bertahun-tahun tidak selesai, bahkan yang cukup mirisnya menurut Ferga adalah status tersangka yang masih disandangkan terhadap seseorang meskipun orang tersebut sudah meninggal dunia.

“Penerbitan SP3 harus dan perlu dimiliki oleh KPK. Jangan ini jadi beban kematian mereka (tersangka), makanya saya katakan perlu ada pembatasan. Manusia harus jalan sesuai rule of the law,” kata Ferga, Jumat (21/9/2019).

Baca juga :  Demo Mahasiswa, RI 1 Istana Ditutup

Selain itu, Ferga juga menilai bahwa sikap Agus Raharjo sebagai Ketua KPK periode 2015-2019 sudah tidak menunjukkan integritasnya sebagai Ketua KPK. Apalagi saat menyatakan jika dirinya mengembalikan pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo, yang justru sikap tersebut sama sekali tidak ada regulasi yang membenarkannya.

Maka dari itu, ia berharap agar Ketua KPK terpilih periode 2019-2023 segera dilantik saja menggantikan para komisioner KPK saat ini untuk melanjutkan manuver lembaga antirasuah dalam konteks pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia.

Baca juga :  Demo Mahasiswa, RI 1 Istana Ditutup

“Revisi UU KPK harus kita dukung dan kita desak Firli Bahuri dilantik. Kita minta Agus Raharjo harus mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga memprotes sikap para Mahasiswa dari beberapa kampus di Indonesia yang menggelar aksi unjuk rasa sebelumnya yakni pada hari Kamis (19/9) di depan gedung DPR RI.

Menurutnya, sangat lucu ketika mereka melakukan protes terhadap Revisi UU KPK justru setelah revisi dilakukan oleh DPR RI bersama pemerintah. Dan masih terkait dengan penolakan Revisi UU KPK tersebut, Ferga menilai para rekan-rekan Mahasiswa itu minim kajian akademisnya yang menyudutkan bahwa materi revisi tersebut sebagai pelemahan terhadap lembaga antirasuah itu.

“Ketika Mahasiswa kritik dan komentar harus pakai data dan kajian,”imbuhnya. []

space iklan