aqil siradj
Ketum PBNU, Said Aqil Siradj.

Inisiatifnews – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj menilai, bahwa pemerintah kurang serius dalam memerangi radikalisme karena selama ini cukup marak kegiatan radikal di tanah air.

“Ketegasan harus ada dalam mengatasi radikalisme,” katanya saat konferensi pers Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Al Muhajirin 2, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019).

Kemudian ia mengakui bahwa jiak memang pemerintah telah membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), karena menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan Pancasila, pihaknya mengapresiasi hal tersebut, tetapi pencabutan legalitas organisasi HTI harus dikawal oleh aparat penegak hukum, yakni pihak kepolisian.

Baca juga :  Romo Benny: Pancasila Mampu Lawan Ideologi Radikal & Anarkis

Menurut dia, dari pihak kepolisian saat ini terkesan kurang serius dalam menangani aksi radikalisme. Bahkan terkesan ada pembiaran atas aksi radikalisme.

Hal itu disampaikan menyusul cukup banyaknya aksi atau kegiatan radikal di tanah air, seperti aksi mengadu domba tokoh nasional, adu domba para kiai dan ulama serta hal lainnya.

Baca juga :  Romo Benny: Pancasila Mampu Lawan Ideologi Radikal & Anarkis

“Jadi pada kesempatan ini, NU meminta pihak kepolisian lebih tegas lagi dalam menangani aksi-aksi radikal, bukan hanya HTI,” kata Said.

Ia menyampaikan agar tidak ada toleransi bagi kelompok atau pribadi yang melakukan aksi radikal, karena dikhawatirkan akan merusak nilai-nilai kebangsaan. []

space iklan