KH Maruf Amin
KH Maruf Amin

Inisiatifnews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memang telah mengelaurkan fatwa haram bagi pelaku dan pihak yang memfasilitasi pembakaran hutan dan lahan. Hanya saja ia mengakui bahwa fatwa haram yang telah dikeluarkan tersebut tidak efektif untuk mencegah masyarakat melakukan pembakaran hutan tersebut.

“Memang ada yang dengan fatwa itu menjadi tidak berani (bakar lahan), tapi ada yang memang tidak cukup melalui fatwa,” ucap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin di acara Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan yang digagas PINBAS MUI, Jakarta, Sabtu (21/9/2019).

Fatwa haram MUI mengenai mengenai karhutla tersebut dilakukan sejak 2016 lalu. Fatwa tersebut menyebut, pembakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kerusakan, pencemaran lingkungan, kerugian bagi orang lain, gangguan kesehatan, hingga dampak buruk lainnya adalah haram hukumnya.

Selain itu, dalam fatwa yang sama, hukum haram juga berlaku bagi pihak yang memfasilitasi, membiarkan, mengambil keuntungan dari pembakaran hutan dan lahan.

Hanya saja, efek jera bagi para pelaku pembakaran hutan tersebut tidak hanya bisa mengandalkan fatwa haram, melainkan ada upaya penindakan hukum lagi yang lebih keras agar peristiwa itu tidak terjadi lagi. []

space iklan