Permadi
Anggota Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra, Permadi. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Politisi Partai Gerindra, Permadi menggelar pertemuan dengan beberapa tokoh diantaranya adalah aktivis dan ulama 212 Muhammad Gatot Saptono alias Muhammad Al Khaththath, aktivis reformasi Sri Bintang Pamungkas, eks jenderal TNI yakni Mayjen (purn) TNI Soekarno bersama dengan Letjen (pun) TNI Suharto.

Pertemuan tersebut digelar di kediaman Permadi di Jl Pengadegan Barat Raya Nomor 41, Pancoran, Jakarta Selatan pada hari Sabtu (28/9) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam pertemuan itu, mereta tampak banyak berbincang-bincang. Dan berdasarkan keterangan dari Permadi kepada wartawan, dirinya tengah menggalang dukungan dari para tokoh lintas generasi untuk melakukan upaya penumbangan rezim pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

“Bahwa pertemuan ini berasal dari tiga generasi, yaitu generasi saya, Soenarko, Suharto, generasi menengah yaitu alumni UI, dan generasi junior yaitu mahasiswa. Kita satukan untuk menemukan langkah yang sama,” kata Permadi kepada wartawan, Sabtu (28/9/2019).

Mengapa ia menggalang kekuatan di kalangan para eks jenderal TNI, lantaran dirinya ingin agar kekuatan militeristik dapat dikendalikan. Sementara untuk urusan keumatan ia ingin agar tokoh-tokoh 212 yang bergerak. Dan dikatakan Permadi, semua tokoh yang digalangnya akan melakukan perannya masing-masing.

“Di sini ada mantan Danjen Kopassus, mantan Danjen Marinir. Itulah yang mengurus tentara, kita gak perlu ngurus mereka. Kita bagi pekerjaan,” ujarnya.

“Kita juga akan mendatangkan Habib yang menangani kuasa kedua (spiritual) supaya 212 untuk ikut ke dalam people power supaya tujuannya berhasil,” imbuhnya.

Kemudian, Permadi juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung gerakan Mahasiswa untuk melakukan aksi-aksi demonstrasi. Hanya saja Permadi akan menyisipkan sebuah pesan penting di dalam gerakan Mahasiswa yang didukungnya itu, yakni perubahan Undang-undang 1945 yang asli dan tumbangkan Joko Widodo.

“Tujuan yang diadakan oleh Mahasiswa itu terlalu kecil hanya menyangkut perubahan UU. Padalah paling mendasar adalah perubahan sistem yaitu kembali ke UUD 45 asli, perubahan pemerintahan dan perubahan revolusinya Bung Karno, dan pergantian pemerintahan,” tegasnya.

“Revolusi menjatuhkan Jokowi itu terlalu kecil. Kita akan revolusi segala sektor. Kita harus merubah mental kita, revolusi politik, revolusi kedaulatan, revolusi pendidikan, revolusi industri dan segala macam revolusi,” tambah Permadi.

Di benak Permadi, Presiden Joko Widodo saat ini sudah gagal dalam menjalankan pemerintahan di pusat. Berbagai kegagalan itu dikatakan Permadi ada di berbagai sektor termasuk sektor ekonomi sebagai sumber kesejahteraan rakyat.

Maka dari itu, Permadi meminta kepada TNI dan para elemen yang digalangnya untuk bergabung dan mendukung pergerakan Mahasiswa untuk menumbangkan Joko Widodo minimal sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Pilpres 2019.

“Kita akan kumpulkan kelompok senior, menengah dan junior. 212 akan bergabung dengan mahasiswa sehingga makin kuat. Targetnya sebelum pelantikan,” tuturnya.

Permadi bahkan menyebut beberapa nama eks jenderal TNI yang menyatakan mendukung upayanya untuk menggagalkan pelantikan Joko Widodo dan KH Maruf Amin di bulan Oktober nanti.

Tampak Letjen TNI (purn) Suharto, Al Khaththath dan Sri Bintang Pamungkas tampak berada di ruang tamu kediaman Permadi. [foto : Inisiatifnews]

“Yang tadi datang pak Soenarko, pak Sukarno. Yang tidak datang ada pak Tyasno, pak Gatot Nurmantyo tapi mereka itu berada di kelompok kita dan sudah kita hubungi 3 hari lalu. 212 mengutus Pak Amirudin untuk mengikuti pertemuan ini,” paparnya. []

space iklan