ari dono sukmanto
Wakapolri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto.

Inisiatifnews – Wakapolri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menyampaikan bahwa pihaknya akan menggandeng Ombudsman untuk melakukan investigas terhadap kematian Mahasiswa dalam insiden aksi unjuk rasa penolakan Revisi UU oleh DPR RI.

Menurut Ari Dono, investigasi tersebut untuk mencari fakta-fakta lapangan dan kronologis mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi, termasuk kasus tertembaknya Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Immawan Randi.

“Investigas ini untuk mengungkapkan kejadian sebenarnya saat aksi unjuk rasa ribuan orang menolak revisi Undang-undang yang mengundang kontroversi. (Investigas) akan dilakukan (secara) profesional dan transparan,” kata Ari Dono kepada wartawan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/9/2019).

Sejauh ini, kata dia, investigasi yang dilakukan baru melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menarik seluruh jenis senjata yang digunakan personel kepolisian saat pengamanan di DPRD Sultra itu.

“Karena ada temuan selongsong peluru maka perlu diperiksa, termasuk polisi yang ditugaskan. Perlu kita data senjata apa saja yang dibagi, amunisinya berapa untuk diteliti,” ujarnya.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri itu mengatakan, bahwa pihaknya akan melaporkan hasil kinerja tim investigasi tersebut kepada publik secara berkala, sehingga masyarakat luas dapat mengikuti perkembangan kasusnya seperti apa.

“Insya Allah secara periodik hasil investigasi akan disampaikan kepada publik. Harapannya lebih cepat lebih baik, sekarang pun tim sudah bekerja,” tutur Ari Dono.

Perlu diketahui, bahwa dalam aksi unjuk rasa Mahasiswa menolak revisi UU termasuk pengesahan terhadap Revisi UU KPK oleh DPR RI, Immawan Randi yang merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) meninggal dunia setelah 1 proyektil peluru bersarang di dada kanannya.

Sehari setelah kematian Randi, rekannya yang sesama dari kampus UHO juga meninggal dunia setelah kritis di RSUD Bahteramas usai mengalami hantaman benda tumpul di kepalanya. Dia adalah Muh Yusuf Kardawi. []

space iklan