Ace Hasan Syadzily
Ketua DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily.

Inisiatifnews – Politikus Partai Gerindra, Permadi, menggelar pertemuan tertutup dengan purnawirawan TNI Soenarko, Sukarno dan tokoh 212 Muhammas Al Khaththath untuk menyusun gerakan pelengseran Jokowi.

Mendapati informasi itu, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily heran dengan sikap Permadi tersebut.

Bahkan Ace menilai sikap Permadi dan kawan-kawannya itu laiknya sebuah parasit dalam demokrasi di Indonesia.

“Saya heran ya dengan orang-orang ini. Mereka ini parasit demokrasi. Mereka seharusnya menghormati pilihan rakyat yang telah memilih Jokowi-Kiai Ma’ruf sebagai Capres dan Cawapres terpilih,” kata Ace Hasan kepada wartawan, Minggu (29/9/2019).

Ace menyebut Permadi dan kawan-kawan merupakan penumpang gelap dari aksi mahasiswa yang menolak UU KPK dan sejumlah RUU kontroversial. Dia pun menilai apa yang dilakukan Permadi tak lebih dari parasit demokrasi.

“Orang-orang ini menjadi penumpang gelap dari kemurnian aksi mahasiswa. Tak sepantasnya mereka ini menunggangi gerakan mahasiswa yang lebih mengedepankan gerakan moral, bukan gerakan politik yang mereka agendakan,” katanya.

Sebelumnya, Politikus Partai Gerindra, Permadi, melakukan pertemuan tertutup dengan purnawirawan TNI Soenarko dan Al Khaththath dalam membagi tugas untuk melakukan gerakan people power. Seusai pertemuan, Permadi menyebut mendukung penurunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum pelantikan.

Permadi awalnya menjelaskan pertemuan yang dihadiri lintas generasi yang mengikuti demonstrasi saat ini. Partai politik, disebut Permadi, di parlemen tak bisa diharapkan karena banyak dari koalisi Jokowi. Karena itu, Permadi mendukung gerakan mahasiswa menurunkan Jokowi.

“Kalau MPR tidak terdiri dari partai-partai pendukung Jokowi, sudah di-impeachment, karena sudah menyalahi sumpah jabatan, ada dalam UUD. Tetapi, karena partai adalah pendukung Jokowi, dilakukan pembiaran sehingga Indonesia rusak tidak keruan. Karena itu, saya mendukung kekuatan mahasiswa untuk Jokowi diturunkan,” ujar Permadi di kediamannya, Jalan Pengadegan Barat Raya No 41, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2019).

Saat disinggung waktu menurunkan Jokowi, Permadi menyebutkan bahwa targetnya adalah sebelum pelantikan presiden-wakil presiden pada Oktober nanti. []

space iklan