Tama
Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Sahid Jakarta, Tama. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Sahid Jakarta, Tama menyampaikan penyesalannya terhadap aksi anarkisme yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

“Jelas kita dirugikan karena nama Mahasiswa yang jelek,” kata Tama kepada Inisiatifnews.com, Selasa (1/10/2019).

Menurutnya, seharusnya tidak perlu adanya aksi penyampaian pendapat itu dilakukan dengan cara anarkis apalagi sampai melakukan perusakan fasilitas umum dan menggangu masyarakat.

“Ini kan fasilitas umum dan kemarin mobil-mobol yang dicoret-coret itu juga masyarakat Indonesia dan kita mewakili mereka,” ujarnya.

Namun demikian, ia tidak serta merta mau menyalahkan aksi anarkisme yang didominasi oleh pelajar SMP/SMA itu. Ia hanya ingin agar para pelajar saat melakukan aksi unjuk rasa tidak bertindak anarkis.

“Adik-adik pelajar. Mereka ini berhak juga untuk berdemonstrasi. Mungkin karena memang emosi yang kurang terkontrol mereka jadi brutal,” pungkasnya.

Tama pun mengharapkan agar ada pembimbingan kepada para pelajar agar saat ikut berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa Mahasiswa maupun elemen masyarakat lain bisa dilakukan dengan tertib sesuai dengan koridor hukum yang ada.

“Mungkin kita bisa beri pemahaman lagi pada adik-adik Pelajar untuk demonstrasi selanjutnya agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan seperti yang sama kemarin,” imbuhnya.

Perlu diketahui bahwa aksi unjuk rasa Mahasiswa sejak hari Selasa tanggal 24 September 2019 di depan gedung DPR RI ternodai dengan aksi rusuh yang dilakukan oleh mayoritas pelajar STM. Mereka merusak fasilitas umum bahkan sampai membakar gardu tol Pejompongan yang ada di depan gedung DPR RI. Akibat peristiwa itu, jalur tol dalam kota lumpuh.

Tidak hanya pada hari Selasa, bahkan tanggal 25 September aksi kembali rusuh dengan hadirnya ribuan pelajar di depan gedung DPR.

Aksi rusuh terakhir terjadi pada hari Senin (30/9) saat ada aksi dari elemen Mahasiswa dan Buruh di sekitar Jl Gatot Subroto. Aksi pecah setelah pelajar melakukan pelemparan botol air mineral dan batu ke arah polisi. []

space iklan