Crane Polda Metro Jaya melakukan evakuasi beton sparator busway yang sebelumnya digunakan untuk memblokir jalan di depan gedung DPR RI. [foto : twitter/TMCPoldaMetro]

Inisiatifnews – Usai terjadi insiden aksi unjuk rasa yang berujung rusuh pada tanggal 25 September 2019, Polisi terpaksa melakukan penutupan arus lalu lintas di Jl Gatot Subroto mulai dari depan Resto Pulau Dua hingga gedung DPR RI. Penutupan tersebut dilakukan untuk menghalau massa aksi melakukan anarkisme di gedung anggota Dewan itu.

Usai situasi mulai dirasa kondusif, kini aparat Kepolisian melakukan evakuasi terhadap beton pembatas dan kawat barrier yang digunakan untuk melakukan blokade akses massa tersebut. Kegiatan evakuasi itu dilakukan pada Rabu (2/10/2019) malam.

Dalam proses evakuasi itu juga, mobil crane dari Ditlantas Polda Metro Jaya pun dikerahkan untuk mengangkat beton-beton separator busway yang digunakan untuk pemblokiran sebelumnya. Pengangkatan pembatas dimulai dari bawah jembatan layang atau flyover JCC hingga ke arah Slipi.

Meskipun pembatas sudah mulai diangkat, petugas mengaku belum mengetahui jalan bisa diakses malam ini atau tidak. Ia hanya mendapat perintah untuk mengangkat pembatas itu.

“Ya dibuka saja dulu. Belum tahu bisa diakses apa enggak,” ujar petugas itu di lokasi.

Rangkaian unjuk rasa di sekitar gedung DPR RI dimulai sejak pekan lalu. Bahkan beberapa di antaranya berakhir rusuh.

Sampai saat ini, belun ada informasi mengenai akan adanya demonstrasi di gedung DPR dari elemen masyarakat.

Terakhir, hari ini sejumlah elemen buruh melakukan demonstrasi dan berakhir damai dan tertib. Bahkan aksi buruh dari Konferderasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu mendapatkan apresiasi dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono di lokasi aksi.

space iklan