as hikam
Mohammad AS Hikam.

PERSETERUAN antara Presiden AS, Donald J. Trump (DT) & politisi Republikan VS politisi Demokrat di Kongres kian meruncing dan eksplosif secara politik. Ujungnya: Proses penyelidikan untuk pemakzulan Donald Trump di Kongres (DPR AS) jalan terus dan berkembang meluas!

Alasan pemakzulan yang paling akhir dan kuat adalah tuduhan bahwa Presiden Donald Trump menyalahgunakan kekuasaan, berupa permintaan bantuan terhadap negara lain (Ukraina dan RRT) untuk melakukan investigasi terhadap salah satu calon lawan dari Partai Demokrat pada Pilpres 2020, mantan Wapres Joe Biden (JB), dan anaknya, Hunter Biden (HB).

Jika negara-negara tersebut bersedia maka akan ada quid pro quo alias barteran tertentu: bagi Ukrania berupa bantuan dana dan persenjataan untuk pertahanan melawan Rusia. Bagi RRT konon terkait dengan perang dagang dan perubahan pajak impor tinggi. Diduga zelain Ukraina dan RRT, masih ada negara-negara lain yang didekati oleh Gedung Putih untuk bantuan yang sama, seperti Australia.

Kabar terkini yang beredar, Presiden Ukraina, V. Zelensky (VZ) setuju dengan permintaan Donald Trump. Sementara dari RRT dengan tegas menolak permintaan tersebut. Itu sebabnya pihak Demokrat di Konggres makin menggebu memproses pemakzulan dan kini tahapan awalnya sudah mulai: Proses penyelidikan yang bermuara pada diterbitkannya Artikel Pemakzulan oleh Konggres yang nanti harus diajukan ke Senat AS.

Akan sukseskah upaya politik tersebut? Banyak pihak, termasuk saya, yang masih meragukannya. Tapi yang paling penting, jangan sampai menciptakan krisis di negara adikuasa tersbeut! IMHO.

Prof. Muhammad A.S. Hikam adalah pengamat politik President University dan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Persatuan Nasional era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

space iklan