Slamet Maarif saat konferensi pers di kantor DPP PA 212. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Ketua Umum DPP PA 212, Ustadz Slamet Maarif tidak yakin dengan tudingan bahwa Ninoy Karundeng diculik dan dianiaya di Masjid Al Falah.

“Berdasarkan keterangan Ninoy dari apa yang kita lihat di video Youtube, aneh kalau dia merasa diculik dan dipersekusi. Karena pulangnya diantar, bersalaman cium tangan, kemudian dikasih makan, bisa tiduran, (itu) berdasar informasi,” kata Slamet Maarif di Condet, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).

Sementara terkait dengan penampakan wajah luka dan lebam-lebam itu, Slamet tidak tahu siapa yang melakukan pemukulan. Namun ia ingin tegaskan bahwa pasti ada sebab mengapa Ninoy keluar dari kawasan Pejompongan menyisakan luka semacam itu.

“Yang aneh bagi kami adalah tidak ada asap kalau tidak ada api,” ujarnya.

Slamet menyarankan agar Polisi juga fair dalam menangani kasus Ninoy Karundeng itu. Apalagi berdasarkan informasi yang ia dapat, Slamet mengatakan bahwa Ninoy diselamatkan oleh pengurus DKM Masjid Al Falah Pejompongan dan Ustadz Bernard Abdul Jabbar.

“Mestinya yang disidik pertama, diperiksa, diungkap pertama mengapa Ninoy ada di sana di kerumunan massa. Di sana jelas tempat berlindungnya adik-adik mahasiswa dan pelajar yang kebetulan berbeda pandangan (dengan DPR) dan Ninoy sebagai buzzernya pemerintah,” terang Slamet.

“Saya nggak bisa bayangin kalau anak-anak pelajar, rakyat ketika itu tidak bisa jaga emosinya kayak apa Ninoy jadinya,” tandasnya.

Bahkan Slamet juga menduga Ninoy tidak hanya lebam-lebam seperti itu ketika tidak diselamatkan di dalam Masjid.

“Bandingkan saja dengan video yang kita lihat seorang mahasiswa yang masuk di lingkungan banyak polisi, dipukul sana dikejar sini, padahal polisi yang ngerti hukum dan mahasiswa satu polisinya banyak. Aparatnya yg terlatih ngerti hukum aja begitu, itu masih bagus adik-adik Mahasiswa dan pelajar rakyat masih tertahan (emosinya) sehingga masih diamankan ke dalam masjid,” terang Slamet.

Kembali ditegaskan Slamet, bahwa polisi harus benar-benar mengusut apa alasan Ninoy berada di kawasan Masjid Al Falah dengan luka-luka di wajahnya seperti itu. Karena bagi Slamet, tidak mungkin Ninoy terluka jika tidak ada sebab sebelumnya.

“Itu info yang kita dapat. Jangan lupakan api kalau ada asap,” tegasnya.

Beredar pula bahwa ada dua lembar surat pernyataan yang konon ditandatangani oleh Ninoy Karundeng.

Dalam surat bermaterai 6.000 itu, Ninoy menyebutkan bahwa dirinya diselamatkan.

Dengan beredarnya surat pernyataan itu, Slamet masih belum bisa memberikan keterangan apapun lantaran belum jelas keabsahannya.

Hanya saja ketika benar surat itu dibuat dan ditandatangani oleh Ninoy, secara legal hukum, polisi wajib membebaskan para tahanan termasuk pengurus DKM Masjid Al Falah dan Bernard Abdul Jabbar.

“Kalau (surat pernyataan itu) benar dan valid, maka yang dipenjara harus dibebaskan dong demi hukum. Itu tugas polisi juga untuk membuktikan apakag benar valid atau tidak,” ungkapnya.

[]

space iklan