masjid jami al falaah
Masjid Jami' Al Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Inisiatifnews – Salah satu pengurus Masjid Al Falaah, Fauzan merasa disudutkan dengan adanya kabar pemukulan terhadap buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng. Apalagi mereka sampai disebut ikut merekayasa terjadinya penganiyaaan.

“Kok sama si Ninoy jadi framming seolah-olah kita memukuli. Nggak ada-lah kita settingsettingan,” kata Fauzan kepada wartawan di Masjid Al Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019).

Sementara, Dewan Pembina Masjid Al Falaah, Iskandar mengaku sama sekali tak tahu siapa yang merekam pemukulan tersebut hingga tersebar di media sosial.

“Kejadian ini kita tidak tahu siapa itu mereka kemudian ini viralkan kita tidak tahu siapa. Kita serahkan ke polisi,” ungkap Iskandar.

Menurut Iskandar, saat itu Ninoy hanya menjalani pengobatan di dalam masjid. Sementara ia diduga dianiaya di luar.

“Kita kemanusiaan lah, masa orang tergeletak kita diemin. Ana (saya -red) pokoknya terbuka untuk umum apalagi untuk ibadah,” jelasnya.

Saat disinggung soal hubungan masjid Al Falaah dengan Persaudaraan Alumni 212, Iskandar membantahnya.

“Kita tidak satupun ormas yang berafiliasi di sini . Sejauh ini tidak ada ketetlibatan kita dalam demo-mendemo,” paparnya.

Polisi juga akan menjadikan rekaman kamera Closed Circuit Television Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat tempat pegiat media sosial yang dikenal sebagai relawan pendukung Joko Widodo, Ninoy Karundeng disebut diduga diculik dan dianiaya.

Dimana rekaman kamera CCTV itu yang disebut polisi diperintahkan untuk dihapus oleh salah satu tersangka dalam kasus ini. Di mana tersangka S yang mengaku disuruh oleh Sekretaris Umum Front Pembela Islam, Munarman.

Sejauh ini polisi telah menyita cukup banyak barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Semisal barang-barang pribadi milik Ninoy mulai dari laptop dan telepon genggam yang diklaim Ninoy sempat dicuri datanya oleh terduga pelaku.

“Tentunya ada barang-barangnya korban seperti laptop, ada flashdisk, ada sim card, HP (handphone),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Pada video tersebut terdengar jelas percakapan Ninoy dengan seorang pria, yang sedang menanyakan beberapa hal kepada Ninoy. Pria itu bertanya terkait kegiatan Ninoy yang diduga datang saat aksi unjuk rasa.

“Jawab baik-baik ya, yang suruh kamu datang ke sini itu siapa? Kerasin suaranya,” tanya pria tersebut dikutip dari video yang beredar, Selasa, 1 Oktober 2019.

Kemudian, Ninoy menjelaskan bekerja di Jokowi App. Ia pun menjelaskan, kedatangannya untuk meliput DPR dan demo. Namun, pria dengan suara berat itu kembali bertanya maksud dari kedatangan Ninoy. Hal itu lantaran ia mendapati sebuah tulisan dalam laptop milik Ninoy berunsur kata-kata kebencian yang diarahkan kepada tokoh-tokoh.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ninoy mengaku khilaf akan perbuatannya. Tapi, pria tersebut beranggapan, Ninoy tidak khilaf, melainkan memang pekerjaan Ninoy di Jokowi App sengaja membuat hal demikian untuk bisa dibayar dan sebagai ladang pendapatan.

space iklan