panglima tni
Istimewa

Inisiatifnews – Pengurus BEM Universitas Islam Attahiriah, M Fahmin mengaku sangat menyayangkan statemen Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang menyebut bahwa pihaknya mengancam akan menindak siapapun termasuk Mahasiswa yang melakukan aksi untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-Maruf.

Menurut Fahmin, statemen Panglima tersebut cenderung salah alamat karena pernyataan itu dilontarkan pasca aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang menolak pengesahan revisi UU oleh DPR RI beberapa waktu yang lalu itu.

“Berkaitan dengan aksi kami para kawan-kawan mahasiswa kemarin, kami tujukan ke DPR yaitu untuk menyampaikan pendapat terkait revisi undang-undang yang kontroversial, bukan ingin menjatuhkan Presiden dan Wapres terpilih hasil pemilu,” kata Fahmin di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Ia juga menyatakan, bahwa aksi yang dilakukan Mahasiswa sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dan Fahmin juga membantah jika gerakan-gerakan Mahasiswa yang telah berlangsung itu memiliki agenda khusus untuk pencekalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pilpres 2019.

“Kami mengikuti prosedur secara konstitusional dan tidak ada maksud menjatuhkan Presiden terpilih,” imbuhnya.

Baca juga :  Demo Mahasiswa, RI 1 Istana Ditutup

Oleh karena itu, Fahmin pun memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo untuk meninjau kembali sosok Panglima Hadi tersebut memimpin TNI.

“Untuk itu sebaiknya Presiden perlu mempertimbangkan dan mengevaluasi kinerja Panglima TNI yang cenderung menyudutkan kami para mahasiswa yang turun kejalan,” tegasnya.

Dan terkait dengan statemen Panglima TNI itu, Fahmin meminta agar jenderal TNI bintang empat dari TNI Angkatan Laut itu menyampaikan permintaan maafnya. Karena jika tidak, ia khawatir statemen semacam itu akan membuat proses pelantikan Jokowi-Maruf nanti bernilai negatif.

“Kami ingin Panglima TNI meralat dan meminta maaf kepada Mahasiswa, karena kami bergerak atas dasar nurani rakyat,” tandas Fahmin.

“Jangan sampai statemen Bapak Panglima TNI malah memperkeruh suasana pelantikan Pak Jokowi dan Kiyai Maruf Amin sendiri,” sambungnya.

Selain itu di tempat yang berbeda, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta Rian Hidayat berpendapat senada, bahwa Panglima TNI terlalu tendensius terhadap aksi yang dilakukan oleh mahasiswa yang berlangsung sejak 24 hingga 1 Oktober 2019 itu.

Baca juga :  Demo Mahasiswa, RI 1 Istana Ditutup

“Panglima TNI terlalu tendensius dengan kami para mahasiswa. Apalagi beliau menyatakan bahwa masyarakat Indonesia belum cukup dewasa,” ujar Rian.

Baginya, justru dengan aksi unjuk rasa di ruang terbuka itu menunjukkan bahwa Mahasiswa tengah menunjukkan kedewasaanya.

“Bahwa kami turun ke jalan menyampaikan aspirasi adalah bentuk kedewasaan kami untuk menyampaikan pendapat, itu diatur oleh Undang-Undang,” imbuhnya.

Pernyataan Panglima yang dimaksud Rian ini disampaikan beliau pada hari Senin (30/9/2019) malam, melalui sepucuk surat yang dibacakan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dalam acara doa bersama dalam rangka HUT TNI Ke-74 dan untuk pahlawan revolusi di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Oleh karena itu, Rian pun memperingatkan agar Panglima TNI fokus saja dengan persoalan negeri seperti kasus Papua, Wamena dan lainnya.

“Sebaiknya Bapak Panglima fokus mengurusi persoalan Papua yang sampai hari ini belum jelas jeluntrungannya. Dan jika tidak sanggup untuk menuntaskan hal tersebut, kami meminta agar Presiden mengganti Panglima TNI,” pungkasnya. []

space iklan