munarman
Sekretaris Umum DPP FPI, Munarman.

Inisiatifnews – Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman ditanya terkait dengan CCTV Masjid Jami’ Al Falaah saat diperiksa polisi terkait kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.

Munarman menjelaskan soal CCTV itu, bahwa dirinya hanya ingin melihat kronologis yang terekam di dalam rekaman milik masjid yang berada di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat itu.

“Soal rekaman CCTV di masjid yang di situ kan ada berbagai macam rekaman nah saya minta CCTV itu untuk saya lihat,” kata Munarman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Dia mengaku meminta CCTV agar mengetahui kondisi di masjid. Dengan begitu, dia bisa memberikan nasihat hukum terhadap kasus tersebut.

“Supaya saya selaku orang hukum bisa meng-asessment kondisi masjid seperti apa sehingga saya bisa menilai dan memperkirakan langkah-langkah hukum apa, nasihat-nasihat hukum apa yang perlu saya berikan ke pengurus masjid itu aja,” ujarnya.

Munarman berkomunikasi dengan salah seorang pengurus Masjid Al Falaah itu pada tanggal 2 Oktober 2019, yakni dua hari setelah peristiwa Ninoy Karundeng.

“Dan itu tanggal 2 (Oktober) konsultasinya salah satu tersangka yang kebetulan pengurus mesjid itu tanggal 2 Oktober. Jadi 2 hari setelah peristiwa di Masjid Al Falaah,” ucapnya.

Munarman mengaku tidak ada di Masjid Al Falaah saat terjadi dugaan penganiayaan terhadap Ninoy. CCTV itu juga belum dilihat Munarman hingga kini.

“CCTV masjid. Saya sendiri belum lihat saya belum dapat sampai hari ini,” tuturnya. []

space iklan