aktivis mahasiswa
Koalisi BEM Se DKI Jakarta. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Koalisi BEM se-DKI Jakarta berjanji dan menegaskan bahwa gerakan mereka saat ini murni tanpa ada campur tangan maupun ditunggangi oleh elit politik manapun.

“Gerakan kita saat ini betul – betul didasari oleh kepekaan terhadap hati rakyat tertindas Indonesia tanpa suatu paksaan apapun,” ungkap Presma UIJ Hamdi Hasan saat jumpa pers bertema “Meluruskan Arah Gerakan Mahasiswa” di Kampus UIJ, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2019).

Turut hadir juga perwakilan BEM mulai dari BEM UNIAT, BEM UNBOR, BEM UBK, BEM UIC, BEM UIJ, BEM MPU TANTULAR, BEM JAYA BAYA, BEM STIE SWADAYA, BEM UIA dan BEM UNINDRA.

“Sekali lagi gerakan kita sama sekali tidak ditunggangi oleh siapapun dan kajian kami sesuai hasil konsolidasi,” kata Hamdi lagi.

Hamdi melanjutkan bahwa isu turunkan Presiden dan batalkan pelantikan tidak termasuk substansi tuntutan gerakan mereka saat ini.

“Isu bahwa tuntutan turunkan Presiden tidak ada. Jangan terombang-ambing oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Hal senada juga diutarakan Presma UNINDRA Mukhlas yang memastikan bahwa tidak ada elit politik yang mencoba menunggangi gerakan mereka. Dan Mukhlas kembali menegaskan bahwa isu turunkan Presiden tidak masuk dalam gerakannya.

“Isu turunkan Jokowi tidak masuk dalam gerakan kita. Kita melihat langsung KPK agar tidak dikebiri,” tuturnya.

Kendati demikian, Mukhlas mengaku masih menunggu sikap dan konsolidasi dengan BEM Trisakti yang mengultimatum deadline 14 Oktober pada Presiden jika tidak ada penerbitan Perppu KPK maka tidam menutup kemungkinan pihaknya akan menggelar aksi turun kejalan kembali dengan jumlah yang cukup besar.

“Kami menunggu hasil konsolidasi bersama nantinya,” pungkasnya. []

space iklan