Jokowi
Rombongan Presiden Joko Widodo saat menuju ke gedung DPR RI menghadiri Sidang Tahunan DPR dan MPR. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Direktur Eksekutif and Political Public Policy (P3S), Jerry Massie menilai bahwa tingkat keselamatan para pejabat kini mulai terancam.

Hal ini disampaikan setelah adanya peristiwa salah satu petinggi di Indonesia yakni Menko Polhukam, Jendral TNI (Purn) Wiranto ditusuk pelaku terorisme yang diketahui adalah merupakan pasangan suami istri.

Menurut Jerry Massie, penusukan Wiranto dalam kunjungannya di kawasan Pandeglang, Banten itu perlu diduga motifnya adalah sakit hati, lantaran Wiranto terkenal sangat menentang adanya terorisme dan radikalisme serta ekstremisme di Indonesia.

“Memang saya menilai latar belakang mantan panglima ABRI di era mendiang presiden Soeharto ini ditusuk tak lain beliau orang yang getol menumpas radikalisme dan terorisme,” kata Jerry Massie dalam keterangannya kepada Inisiatifnews.com, Jumat (11/10/2019).

Namun selain Wiranto, Jerry pun memberikan warning bahwa target utama para teroris bukan Menteri, melainkan Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.

“Target kelompok ini memang para petinggi di negeri ini tak terkecuali presiden RI,” ujarnya.

Di samping itu, Jerry juga memandang bahwa tingkat keamanan di Indonesia kepada pejabat negara masih kurang optimal.

“Selama ini untuk SOP Security pengamanan baik pejabat tinggi kita paling lemah,” tambahnya.

Bahkan ia membandingkan bagaimana tingkat keamanan tinggi yang dilakukan oleh negara-negara lain kepada pejabat negaranya apalagi Presiden mereka.

“Di negara maju saja seperti Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman dan sebagainya pengamanan super ketat saat presiden mereka turun ke negara bagian dan provinsi,” tandasnya.

“Mana ada presiden AS berfoto selfie dengan publik AS, paling bisa berfoto di White House atau acara khusus di ruangan in door,” sambung Jerry.

Baru di Indonesia, kata Jerry, presiden bisa menyalami siapa saja orang yang tak di kenal.

Jerry mengatakan merakyat bukan hanya pada tataran berjabat tangan, tapi peduli terhadap rakyat kecil dan membantu warga miskin dengan program pemerintah, itu lebih afdhol ketimbang berselfie ria.

“Dengan peristiwa ini, saya sarankan agar pengamanan pejabat negara lebih diperketat. Sebelum presiden berkunjung ke daerah maka lapangan harus steril, kalau perlu tak perlu harus berjabat tangan dengan semua warga,” tegas dia.

Selanjutnya, Jerry memberikan saran agar dalam pengamanan protokoler menggunakan tali pembatas biar lebih aman.

Selain itu, pengamanan presiden harus diperketat, jangan sembarangan selfie dan berjabat tangan dengan orang yang kadang berniat jahat.

“Saya pernah usul sama pada 2014 silam pada Paspampres waktu 2014 silam,” kata dia.

Ditambah Jerry, jikalau memang ada yang ingin berjabat tangan dengan Kepala Negara sebaiknya disortir siapa saja mereka,

Identity card mereka perlu diketahui,” sambung Jerry lagi.

Begitu pula ujar Jerry, pihak anggota intelejen sudah melakukan pengecekan lapangan 2 minggu sebelum kunjungan dilakukan.

“Dan terpenting kata dia adalah pemeriksaan senjata tajam dan lainnya,” tutupnya. []

space iklan