Kereta MRT Jakarta.

Inisiatifnews – Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin membantah adanya isu, bahwa perijinan pengelolaan sewa kios untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di seluruh stasiun MRT Jakarta harus seijin istri Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan adalah bohong.

“Informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa proses penyewaan kios (UMKM) di seluruh Stasiun MRT Jakarta harus seizin Ibu Fery Farhati Ganis (Istri dari Gubernur DKI Jakarta) merupakan informasi yang salah, tak mendasar dan menyesatkan,” kata Kamaluddin dalam siaran persnya, Jumat (11/10/2019).

Ia memberikan penjelasan bahwa pengelolaan sewa kios UMKM di seluruh stasiun MRT Jakarta adalah kerjasama antara PT MRT Jakarta dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Bukan melalui perorangan apalagi istri Anies Baswedan.

“Pada tanggal 5 Oktober 2018, PT MRT Jakarta bersama BEKRAF bekerja sama untuk mengkurasi UMKM yang ditempatkan pada stasiun-stasiun MRT Jakarta,” jelasnya.

Bahkan dalam pengelolaan pendataan dan menampung kuotanya, PT MRT Jakarta menyerahkan kewenangannya kepada BEKRAF yang dikendalikan oleh tim tenaga ahli mereka.

“Sebagai bentuk komitmen PT MRT Jakarta untuk mendorong dan menjaga integritas dalam proses seleksi dan kurasi, transparansi serta prinsip berkeadilan, maka proses kurasi dan seleksi dilakukan oleh pihak yang berkompeten dan independen, yaitu Tenaga Ahli BEKRAF,” sambungnya.

Kemudian Kamaluddin menegaskan jika tidak ada pihak lain yang melakukan kurasi dan seleksi terhadap para UMKM yang akan menempati kios-kios di stasiun MRT Jakarta. Bahkan karyawan MRT Jakarta pun tidak ada yang diperbolehkan ikut andil.

“Sesuai kebijakan praktik anti korupsi, kolusi dan nepotisme, karyawan MRT Jakarta beserta keluarga dan koleganya tidak diperbolehkan terlibat dalam seleksi dan kurasi UMKM,” pungkasnya. []

space iklan