Inisiatifnews – Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo (Romo Benny) mengingatkan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak boleh ada diskriminasi.

“Dalam praktiknya tidak boleh ada diskirmnasi kepada keyakinan yang lain. Tidak boleh ada kekerasan dan memaksakan kehendak karena adanya perbedaan keyakinan,” ingat Romo Benny saat menjadi pembicara dalam seminar Extension Course Filsafat (ECF) yang diselenggarakan oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan , Minggu (20/10/2019).

Acara dengan tema “Pancasila sebagai Kekuatan Pembebas” ini diselenggarakan di gedung Fakultas Filsafat Bandung yang dihadiri oleh semua unsur masyarakat seperti Dosen, Mahasiswa, dan masyarakat sekitar.

Romo Benny menjelaskan, kini banyak pihak yang menawarkan ideologi radikal, bahkan ada yang menjanjikan janji surga dengan mudah.

“Sekarang ini banyak yang menawarkan ideologi radikal yang memberikan janji masuk surga dengan mudah dengan cara-cara yang anarkis. Hal ini sangat berbahaya dan harus dilawan dengan penguatan ideologi kebangsaan,” jelas Romo Benny.

Selanjutnya, dijelaskan Romo Benny, untuk melawan intoleransi dan ideologi radikal ini harus dengan menerapkan dan menghabituasi nilai-nilai Pancasila yang di dalamnya mementingkan unsur keadilan dan keberadaban.

“Terpenting dalam menghadapi semua permasalahan ini adalah menerapkan dan menghabituasi nilai-nilai Pancasila. Orang yang berkeadaban yang tidak memaksakan apa yang dianggap benar oleh kelompoknya sendiri. Berkebudayaaan yang mempunyai adab dan menjunjung tinggi kemanusiaan,” terangnya.

Sebagai penutup, lanjut Romo Benny, salah satu profil insan Pancasila adalah menyadari bahwa perbedaan adalah fitrah. Oleh karena itu pemahaman dan pengahbituasian nilai-nilai Pancasila sangatlah penting bagi semua lapisan masyarakat dan disesuaikan cara pemahamannya dengan era milenial sekarang ini.

“Tantangannya adalah bagaimana pemahaman Pancasila ini diajarkan dengan menggunakan konsep kekinian ini yang harus dikemas dalam dunia milenial. Tentunya yg bukan membuat mereka takut karena terlalu filosifis. Tetapi dengan sesuatu yg bisa direalisasikan,” pungkasnya. (FMM)

space iklan