Fachrul Razi
Menteri Agama RI, Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi.

Inisiatifnews – Persoalan pertentangannya dengan pendukung sistem Khilafah Islamiyah yang digadang-gadang ingin mengganti Pancasila ternyata bukan hal baru bagi Fachrul Razi. Menteri Agama itu bahkan menceritakan bahwa dirinya pernah memiliki pekerja rumah tangga (PRT) yang ternyata mendukung khilafah, padahal untuk urusan mengaji saja belum lancar.

“Saya punya pembantu di rumah, ikut saya sudah lama sekali, ada 20 tahunan. Mengaji belum bisa, kami ajar sedikit-sedikit. Sembahyang belum bisa, kami ajar sedikit-sedikit. Kami berangkatkan umrah, tidak lama kemudian sudah ngomong khilafah,” kata Fachrul Razi di Tangerang, Rabu (6/11/2019).

Bahkan ia juga sudah berusaha memberikan pemahaman yang lurus tentang Pancasila, namun ternyata doktrin yang masuk ke pekerja rumah tangganya itu terlalu melekat sehingga sulit untuk dinasehati.

“Kita ajarkan, kita jelaskan, susah. Karena mungkin dia sudah terlalu banyak dekat dengan beberapa orang di mushallanya yang turut menjejali (doktrin Khilafah),” imbuh dia.

Fachrul mengatakan pembantunya itu berkata bahwa Indonesia harus menerapkan sistem khilafah. Bahkan, menurut Fachrul, pembantunya ingin negara ini tak dihuni selain muslim.

“Malah bilang ke saya begini, ‘Pak, pokoknya Islam di Indonesia yang betul khilafah, Pak. Supaya non-muslim mau keluar dari Indonesia.’ Bahaya sekali orang ini. Padahal dididik belum lama. Akhirnya saya keluarkan daripada membahayakan di tempat kami,” sambungnya.

Fachrul kemudian menceritakan momen saat pembantunya tersebut ditanya tetangga mengapa keluar dari pekerjaan di rumahnya. Dia menyebut pembantunya mengatakan dirinya telah ‘salah jalan’.

“Pada saat ditanya tetangganya, ‘Kenapa kamu keluar dari rumah Jenderal?’, ‘Habis Pak Jenderal sudah salah jalan,'” ucap Fachrul.

Fachrul juga bercerita ketika dia mengajari anak-anak soal agama Islam. Dia mengatakan, jika seseorang mendalami agama Islam lalu memusuhi orang lain, menurutnya, berarti ada yang salah dalam penafsiran orang tersebut.

“Dulu saya ajarkan anak-anak kecil-kecil, Islam itu adalah rahmat bagi alam semesta. Pokoknya kalau dia ada ajaran yang berbau membawa bencana memusuhi orang pasti, bukan agama Islam. Pasti ada yang salah di dalam menafsirkan Islam,” terang Fachrul Razi.

“Meskipun tentu saja perlu diwaspadai kadang-kadang pihak-pihak tertentu sangat mudah membawa dalil-dalil buat mereka-mereka yang masih sangat kosong tiba-tiba berubah jadi radikal,” tutupnya. []

space iklan