garis polisi
Ilustrasi

Inisiatifnews – Peristiwa nahas tengah menimpa 22 orang penambang emas di pertambangan ilegal yang berasa di Kampene, Provinsi Maniema, Republik Demokratik Kongo.

Hal ini pun dibenarkan oleh Menteri Sosial Kongo, Steve Mbikayi. Ia mengatakan bahwa sebuah pertambangan yang dikelola secara ilegal mengalami musibah runtuh.

Dalam peristiwa yang terjadi pada hari Rabu (2/10) kemarin itu, pihak berwenang awalnya hanya menemukan 14 jasad penambang yang menjadi korban. Namun saat dilakukan upaya pendalaman ternyata ditemukan lagi 7 orang dan dinyatakan tewas.

Mbikayi menyampaikan, bahwa pemerintah provinsi akan menanggung seluruh biaya pemakaman para korban serta menanggung biaya pengobatan bagi korban yang terluka akibat peristiwa tersebut.

Perlu diketahui, bahwa operasi penambangan ilegal yang jelas tanpa ijin serta memperhitungkan tingkat keamanan yang tidak memadai tengah mewabah di Republik Demokratik Kongo yang kaya akan mineralnya itu. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan di lokasi-lokasi penambangan ilegal ini.

Setidaknya 36 penambang ilegal tewas setelah tambang tembaga milik Glencore di Kolwezi, wilayah tenggara Kongo, runtuh pada Juni 2019 lalu. Berdasarkan data dari raksasa pertambangan Anglo-Swiss, rata-rata ada 2.000 penambang ilegal memasuki lokasi pertambangan mereka di Kongo setiap hari. []

space iklan