mahfud md dan Marise Payne
Menteri Luar Negeri Asutralia Marise Ann Payne bersama dengan Menko Polhukam Indonesia Mahfud MD. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Dalam kegiatan kenegaraanya di Negeri Kanguru, Menko Polhukam Republik Indonesia, Mahfud MD menyempatkan diri untuk menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri Australia.

Dalam pertemuannya dengan dua orang pejabat negara sahabat yakni Peter Dutton dan Marise Ann Payne itu, Mahfud MD membahas tentang kerjasama antar negara Indo-Pasifik. Salah satu pokok pembahasannya adalah bagaimana memperkuat dukungan Australia terhadap kedaulatan Negara Republik Indonesia terhadap Papua.

“Saya melakukan pertemuan bilateral dengan Mendagri dan Menlu Australia Peter Dutton dan Marise Payne. Kemudian akan memberi kuliah Kebangsaan di depan masyarakat Indonesia di KJRI Melbourne besok Jumat (8/11/2019) jam 18.00,” ucap Mahfud dalam rangkaian kegiatannya di Konferensi Internasional dengan tema “No Money For Terror” di Melbourne, Australia, Kamis (7/11/2019).

“Ya, kami berbicara tentang kerjasama negara-negara Indo-Pasifik dan tentu saja tentang menguatkan dukungan Australia bahwa Papua adalah bagian yang sah dari NKRI yang tak boleh diganggu gugat,” imbuhnya.

mahfud md
Pertemuan bilateral Menko Polhukam RI Mahfud MD dengan Menlu Australia Marise Payne dan Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton. [foto : Istimewa]

Dia juga menuturkan, sempat berbicara dengan Menlu Marise membahas kerjasama hukum dan sikap yang sama Indonesia – Australia dalam menghadapi terorisme. Karena menurutnya pula, terorisme adalah ancaman setiap negara di dunia.

“Dengan Menlu Marise kita berbicara tentang kerjasama hukum dan sikap yang sama untuk menghadapi terorisme,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga sudah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Scott Marrison. Pertemuan yang dilakukan di sela-sela kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke 35 ASEAN itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut menyampaikan bahwa Papua adalah salah satu fokus perhatiannya dalam memimpin Indonesia.

Bahkan ia menyebut jika target kunjungan kenegaraan pertamanya usai dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia periode kedua adalah Papau.

“Papua adalah provinsi pertama yang saya kunjungi setelah saya dilantik. Alhamdullilah saat ini situasi Papua dan Papua Barat telah kembali normal. Aktivitas ekonomi telah berjalan kembali,” ujar Presiden Jokowi di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin (4/11).

Selain itu, dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan dirinya telah meresmikan Jembatan Youtefa yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami. Ini adalah komitmen Pemerintah Indonesia sangat fokus membangun Papua sebagai bagian dari wilayah negaranya.

“Saya juga resmikan Pusat Pengembangan start-up Pemuda Papua, Papuan Youth Creative Hub. Dua hal tersebut merupakan manisfestasi komitmen saya untuk membangun Papua,” ucap Kepala Negara. []

space iklan