Hariara Tambunan
Ketua Umum DPP Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD), Hariara Tambunan. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Ketua Umum DPP Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD), Hariara Tambunan meminta kepada seluruh masyarakat agar berhenti menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Imbauan itu sangat penting baginya disampaikan agar kondisi bangsa dan negara tetap stabil dan lebih baik lagi.

“Hoaks sudah merajalela di mana-mana, jadi benalu di era reformasi ini. Tapi yang saya mau adalah perdamaian. Jadi kalau dari diri kita kita buang ujaran kebencian dalam kepentingan orang banyak, maka lebih baik negara kita ini,” kata Hariara dalam diskusi publik di gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Sementara menyikapi kasus kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019 lalu di Jakarta, Hariara menilai bahwa TNI dan Polri sebagai aparat keamanan sudah sangat bekerja dengan baik. Ditambah lagi saat ini adalah momentum bulan puasa Ramadhan dan menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri. Jelas pengamanan super keras dilakukan oleh Polri dan TNI agar situasi nasional tetap kondusif.

“Kita jangan mau terprovokasi dengan nilai-nilai apapun. Sadarlah, saya melihat orang tua kita TNI Polri yang jaga di Bawaslu, KPU, MK, ada operasi ketupat. Wah, ini luar biasa,” ujarnya.

Maka dari itu, dengan pengamanan secara estafet dari aparat keamanan tersebut, Hariara meminta agar masyarakat pun ikut membantu dengan menjaga kondusifitas.

“Kita harus siap bantu TNI Polri demi Indonesia ini aman dan damai. Kalau kita biarkan (konflik berlangsung), kita tidak bisa duduk damai begini karena kita hancur lebur,” tegasnya.

Di sisi lain, Hariara juga menyadari bahwa kegaduhan masyarakat saat ini adalah tentang persoalan Pilpres, dimana gugatan hasil pemilu 2019 masih berjalan di Mahkamah Konstiusi (MK). Terkait dengan hal itu, ia pun meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa menghormati proses hukum yang akan berjalan.

“Jalur-jalur hukum kita harus hormati. Bulan Oktober adalah pelantikan Presiden siapapun yang dilantik adalah yang dinyatakan menang oleh MK. Siapapun yang jadi kita hormati karena itu konstitusi dan kita ini negara hukum negara konstitusi,” tuturnya.

Terakhir, ia pun menegaskan lagi bahwa saat ini yang harus diperjuangkan oleh seluruh rakyat Indonesia adalah persatuan dan kesatuan, bukan perpecahan dan kehancuran. Karena jika terjadi perpecahan antar bangsa maka kerugian jelas kembali ke rakyat sendiri.

“Saya hanya ingin sarankan dari detik ini sampai pelantikan Presiden, apa negara dan bangsa yang mau kita lakukan, perdamaian, kerusakan atau kehancuran?. Yang kita ingin jelas perdamaian. Kalau kehancuran ya yang hancur juga kita,” imbuhnya.

“Indonesia ini rumah kita, bangsa ini adalah bangsa kita,” tutup Hariara.

[NOE]

space iklan